Namun, rencana tersebut belum bisa terealisasi karena terbentur aturan pasar modal di Indonesia yang belum membolehkan perusahaan asing melantai di bursa dalam negeri. Kami terus berkomunikasi dengan Bapepam- LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan). Mudah-mudahan, Bapepam-LK memberikan kemudahan untuk perusahaan asing, kata CIMB Group CEO Dato Sri Nazir Razak dalam konferensi pers seusai pelaksanaan 53rd Annual General Meeting CIMB Group di Kuala Lumpur kemarin. Nazir mengatakan, saat ini kapitalisasi pasar CIMB Group di bursa Malaysia mencapai USD15 miliar. Jika bisa mencatatkan sahamnya di Indonesia, CIMB berharap dapat menjadi salah satu perusahaan investasi terbesar di ASEAN.
Kami ingin memperbesar kapitalisasi pasar kita di bursa Asia,kata dia. Dia mengatakan, pihaknya ingin memberikan peluang kepada masyarakat Indonesia untuk memiliki saham CIMB Group melalui penerbitan saham tersebut. Masyarakat Indonesia bisa memiliki saham CIMB Group selain juga CIMB Niaga. Jika aturannya sudah siap, kita akan menjadi perusahaan asing pertama yang mencatatkan saham di Indonesia, katanya. Selain di Indonesia, CIMB Group juga berencana menerbitkan saham di bursa Thailand. Di Negara itu CIMB bertujuan untuk meningkatkan branding dan positioning guna dapat menarik nasabah Thailand lebih banyak.
Permasalahan di negara ASEAN sama, yakni belum adanya aturan yang tegas mengenai perusahaan asing. Di Malaysia pun baru mulai,kata dia. Di Thailand CIMB Group sudah mendapatkan izin penerbitan saham dari otoritas bursa sejak tahun lalu. Penerbitan saham akan dilakukan pada Juli mendatang dengan jumlah saham yang diterbitkan mencapai 100 juta lembar dan target kapitalisasi pasar sebesar 600-800 juta ringgit Malaysia. Menurutnya, CIMB tidak terpengaruh dengan kisruh politik di Thailand.Di CNNmemang ada berita seperti itu, tapi kami tetap pada rencana,ujarnya.
Indonesia Kontributor Laba Terbesar
Di sisi lain, Nazir mengatakan, dalam lima tahun ke depan pihaknya menargetkan Indonesia dapat menjadi penyumbang keuntungan terbesar bagi CIMB Group.Saat ini keuntungan CIMB Group terbesar masih berasal dari Malaysia, mencapai 70% dari total keuntungan 2009 sebesar USD6,4 miliar.
Sementara anak usaha CIMB Group di Indonesia, CIMB Niaga dan CIMB Securities, menyumbangkan keuntungan sekitar 20%. Kemudian dari Thailand sebesar 1%,sedangkan dari Singapura dan beberapa negara lain 5%. Tahun 2015 Indonesia ditargetkan bisa menyumbang sekitar 40% dari total keuntungan. Jadi mungkin yang terbesar dari seluruh wilayah, kata dia. Salah satu upaya yang dilakukan CIMB memperkuat pasar di Indonesia adalah dengan melakukan akuisisi perusahaan multifinancekecil. Saat ini CIMB tengah melakukan kajian terhadap sejumlah perusahaan tersebut.
Kami lebih tertarik pada multifinance untuk motor karena belum punya. Di samping juga selama 10 tahun terakhir peluang pasar otofinance sangat besar. Kita harus ambil peluang ini, kata Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid. Arwin mengatakan, ada dua perusahaan yang diincar dengan nilai aset sekitar Rp1 triliun, tapi modalnya hanya 1/10 dari nilai aset. Adapun keputusan untuk mengakuisisi tersebut akan tercapai pada Juni mendatang. Mungkin akhir bulan ini.Satu bulan ini.Jadi Juni lahbisa dilaporkan,kata dia. Nazir menambahkan, CIMB Niaga juga akan memperkuat lini usaha syariahnya di Indonesia. Prospek pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia sangat besar.
Kondisi ini sama dengan di Malaysia, CIMB berhasil menunjukkan diri sebagai bank investasi syariah dan consumersyariah terbesar kedua. Arwin mengatakan, Bank Syariah Niaga akan mengikuti konsep bank syariah di Malaysia yang mengadopsi dual banking strategi. Semua cabang cepat atau lambat akan menyediakan produk syariah. Sehingga ketika nasabah datang ke kantor cabang kami, mereka punya pilihan mau menabung di konvensional atau syariah, ujarnya. (*)
LAPORAN WARTAWAN SI
ARIA YUDHISTIRA
Kuala Lumpur
Original Post:
CIMB Bidik Bursa Indonesia – Koran Sindo
Related Blogs
Related posts:
- CIMB Securities Indonesia Rilis Fitur Terbaru dari i*Trade@CIMB – Swa
- Perusahaan China Bidik Akuisisi Terbesar – Koran Sindo
- CIMB Securities Ekspansi Melalui Online Trading – Koran Sindo
- 2012, CIMB Asset Management Bidik Dana Kelola Rp2,4 T – Okezone
- Reksa Dana Syariah Lebih Menjanjikan – Koran Sindo
