Eropa Kembali Picu Wall Street Rontok – Inilah.com

INILAH.COM, New York – Saham AS berguguran dan menjadi penurunan mingguan terbesar selama lebih dari setahun terakhir. Biang keroknya, penyebaran krisis di Eropa.

Perusahaan seperti American Express Co., Hewlett-Packard Co. dan Cisco Systems Inc. turun lebih dari 3% dan memimpin koreksi di indeks Dow Jones. Apple Inc. turun 4,2% setelah Nokia Oyj melayangkan tuntutan atas hak paten. Seluruh 10 kelompok industri di indeks Standard & Poor (S&P) turun dan bursa saham AS menghapuskan kenaikan 2010 mereka.

Kepala Strategi Pasar Prudential Financial Inc. yang berbasis di Newark, Quincy Krosby berpendapat, saat ini sedang terjadi krisis kepercayaan. Pasar terimbas sentimen negatif dari krisis Eropa. Pada saat bersamaan, penyelidikan kasus kesalahan perdagangan kemarin masih menggantung.

“Ini skenario yang berbahaya. Pasar menantikan solusi yang bisa mengembalikan gairah mereka,” katanya seperti dilansir Bloomberg.

Indeks S&P yang anjlok 3,2% kemarin dan menjadi penurunan terbesarnya selama setahun terakhir, pada perdagangan Jumat waktu setempat ditutup 1,5% ke 1.110,88. Dow melemah 139,89 poin atau 1,3% ke 10.380,43 setelah mengalami koreksi 279 poin.

Kesalahan ketik pada perdagangan kemarin atau yang dikenal dengan istilah ‘fat finger syndrome’, menyebabkan valuasi pasar AS berkurang US$1 triliun. Dow turun hampir 1.000 poin sebelum akhirnya pulih, dalam hitungan menit. Otoritas bursa AS masih menyelidiki kasus ini dan kemungkinan ada yang menggunakannya untuk mengeruk laba secara ilegal.

Nasdaq OMX Group Inc. sempat berkata akan membatalkan transaksi 296 sekuritas yang naik atau turun lebih dari 60% harga awal mereka pada pukul 14.40, Kamis (6/5) waktu setempat ketika insiden itu terjadi. Indeks terjun bebas pada pukul 14.47 waktu setempat, hari yang sama.

S&P turun 6,4% pekan ini dan Dow 5,7% yang menjadikan penurunan itu terbesar bagi keduanya sejak awal Maret 2009. S&P masih lebih tinggi 64% ketimbang level terendahnya dalam setahun terakhir.

Para fund manager besar di AS mengatakan, bullish di pasar seharusnya bisa menekan kekhawatiran penularan krisis anggaran di Eropa. Bahkan ketika terjadi volatilitas terbesar sejak kolapsnya Lehman Brothers Holdings Inc.

Jumlah karyawan AS meningkat terbanyak per April dan pengangguran secara mengejutkan meningkat, sementara ribuan orang menjadi kaum buruh. Hal ini mengindikasikan pemulihan sudah mulai berimbang. Payroll naik 290.000 bulan lalu, lebih dari estimasi median para ekonom yang disurvei Bloomberg yang 230.000. Pengnagguran kini 9,9%, naik dari bulan sebelumnya yang 9,7%.

Menurut Kepala Strategi Investasi Wells Capital Management James Paulsen, bullish di pasar kini sudah lengkap. Artinya, ada sebuah momentum yang membuat volatilitas terangkat meski untuk sementara. “Ada peluang kita akan menyaksikan kenaikan saham sebelum 2010 berakhir,” katanya.

Saham teknologi memimpin penurunan di S&P, dengan 2,3%, di antara 10 kelompok industri lainnya. Apple melemah 4,2% ke US$235,86. Leap Wireless International Inc. 15% ke US$14,26 setelah Citigroup Inc. merekomendasikan ‘hold’ dari ‘buy’ dan Credit Suisse Group AG merekomendasikan bertaruh melawan saham ini. MetroPCS Communications Inc. 11% ke US$7,15 dan AES Corp. 7,7% ke US$9,89.

“Mungkin masih akan ada rally karena banyak saham yang valuasinya menarik. Namun masih ada sentimen yang membuat pasar khawatir, kecenderungan sell pun masih tersisa,” pungkas Kepala Analis Pasar Jefferies & Co., Art Hogan. [ast/mdr]

Source:
Eropa Kembali Picu Wall Street Rontok – Inilah.com

Related Blogs

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Krisis Eropa Mulai Teratasi Picu Wall Street Reli – Inilah.com
  2. Aksi Jual Picu Wall Street Melemah – Inilah.com
  3. Kabar Eropa Picu Wall Street Bertenaga – Inilah.com
  4. Seabrek Rumor Picu Market Rontok – Inilah.com
  5. Ekspektasi Solusi Eropa Picu Wall Street Positif – Inilah.com

About