JAKARTA - Belum tuntasnya berita tentang masalah perpajakan yang dialami, nampaknya akan memaksa saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) untuk kembali tertekan dan melemah pada perdagangan hari ini.
“Diperkirakan BUMI masih akan melanjutkan pelemahan dengan pelemahan yang terbatas. Belum tuntasnya berita tentang perpajakan perseroan menjadi perhatian dari investor,” kata analis pasar modal dari Reliance Securities Gina Novrina Nasution kepada okezone di Jakarta, Selasa (23/3/2010).
Akibat dari akumulasi sentimen negatif yang menghinggapinya, saham BUMI nampaknya menuju support Rp2.200. Gina menjelaskan, pada penutupan perdagangan kemarin saham BUMI anjlok hingga mencapai 9,7 persen, atau setara dengan Rp250 ke level Rp2.325 per saham.
Sementara itu, sektor tambang hanya turun sebanyak 3,03 persen atau setara dengan 7,649 poin ke posisi 2.296 per saham. “Kalau dilihat dari sektornya tidak sebanding,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, hal ini hanya kepanikan sesaat, selain itu secara teknikal saham BUMI ini ternyata sudah jenuh beli. Di mana pada 1 Maret harga saham BUMI ditutup di level Rp2.175. Sementara dari pada 2 Maret hingga penutupan harga akhir pekan lalu, harga saham BUMI sudah mengalami kenaikan 15,5 persen.
Penurunan yang terjadi pada perdagangan kemarin, menurutnya karena dipicu berita negatif dari kabar yang menyebutkan Direktur Keuangan BUMI Eddy Soebari sudah ditetapkan menjadi tersangka pidana pajak.
“Berita yang dikeluarkan media menjadi sentimen negatif sehingga pergerakan harga bumi pada sesi II mengalami penurunan hingga 9,7 persen,” papar Gina.
Sebelumnya, dikabarkan Direktur Keuangan BUMI Eddie J Soebari telah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan pidana pajak. Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak M Tjiptardjo pun menilai wajar bila menjadi tersangka karena BUMI sudah masuk dalam penyelidikan.(ade)
Original Post:
Geliat Saham BUMI Bakal Terjegal Kasus Pajak – Okezone
Related posts:
