IHSG Terkoreksi, Terimbas ‘Profit Taking’ – Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta – Indeks kembali melemah pada tengah sesi perdagangan akhir pekan ini, seiring koreksi pada bursa regional Asia. Investor merealisasikan keuntungan, setelah dua hari melesat.

Pada perdagangan Jumat (23/4) sesi siang, IHSG ditutup melemah 12,31 poin (0,42%) ke level 2.914,22. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 3,3000 poin (0,58%) ke level 565,47.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia masih sedikit ramai dengan volume transaksi tercatat mencapai 2,256 miliar lembar saham, senilai Rp1,300 triliun dan frekuensi 52.254 kali. Hanya 69 saham menguat, sedangkan 95 saham yang melemah, dan 96 saham stagnan.

Mayoritas sektor saham berkontribusi pada koreksi indeks hari ini. Sektor perkebunan memimpin pelemahan 0,90%, pertambangan 0,75%, keuangan 0,75%, konsumsi 0,58%, infrastruktur 0,56%, industri dasar 0,40%, propreti 0,31%, dan manufaktur 0,13%. Selebihnya, sektor saham menguat seperti aneka industri naik 0,59%, dan perdagangan 0,89%.

Yustian Hartono, technical analyst AmCapital Indonesia memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah terbatas. Pasar merealisasikan keuntungan setelah indeks menguat dua hari terakhir. “Indeks akan mengarah ke level support 2.900 dan 2.930 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (23/4).

Aksi ambil untung juga dipicu kekhawatiran investor atas berita krisis Yunani yang kembali menyeruak semalam. Defisit anggaran negeri para dewa itu ternyata membesar dari sebelumnya 12% menjadi 13,6%. Padahal, bantuan senilai US$61 miliar atau €45 saja masih diperdebatkan. “Berita ini jadi hantaman bagi keyakinan investor,” ujarnya.

Menurutnya, pasar hingga kini melihat penyelesaian krisis fiskal Yunani masih berbelit-belit dan semakin menyulitkan negara tersebut menyelesaikan utang-utangnya. Alhasil, pasar saat ini sedikit berhati-hati.

Terbatasnya pelemahan indeks, lanjut Yustian, karena secara teknikal, titik penentuan IHSG ^JKSE berada di level 2.900. Sebab, sebelumnya level ini merupakan resistance yang sangat kuat. “Kemarin level ini berhasil ditembus. Sekarang level ini akan menjadi penentuan,” ucapnya.

Menurutnya, jika indeks tetap bertahan di atas level 2.900, indeks masih berpeluang melanjutkan kenaikan pekan depan. Sedangkan hari ini hanya menahan pelemahan lebih jauh. “Sebaliknya, jika indeks kembali ke bawah 2.900, akan berdampak negatif bagi psikologi pasar,” imbuhnya.

Di sisi lain, terbatasnya pelemahan juga dipicu sentimen market regional secara keseluruhan. Bursa Wall Street masih bisa ditutup positif meskipun tipis, setelah dibuka anjlok hampir 100 poin. Artinya, investor sendiri saat ini cenderung yakin bullish terhadap sektor saham. “Sentimen Yunani, sebagai momentum profit taking semata,” timpalnya.

Dalam kondisi ini, Yustian merekomendasikan positif saham sektor properti, perkebunan, dan pertambangan. Saham-saham pilihannya adalah PT Bakrieland Development (ELTY), PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA), dan PT Adaro Energy (ADRO). “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya. [ast/mdr]

Original Post:
IHSG Terkoreksi, Terimbas ‘Profit Taking’ – Inilah.com

Related Blogs

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Profit Taking Investor di IHSG Bakal Berlanjut – Okezone
  2. Profit Taking Berlanjut, IHSG Terkoreksi 36 Poin – Liputan6.com
  3. Profit Taking, IHSG Ditutup Melemah 0,85% – Inilah.com
  4. Profit Taking Hadang Laju IHSG – Detikcom
  5. Terkena Aksi Profit Taking, IHSG Dibuka Melemah – Liputan6.com

About