Koreksi ‘Big Cap’ Runtuhkan Bursa – Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta – Pemburukan bursa regional dan aksi ambil untung investor masih mewarnai pergerakan bursa. Penguatan beberapa saham komoditas dihalau koreksi saham unggulan berkapitalisasi besar.

Pada perdagangan Rabu (31/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 20,967 poin (0,75%) ke level 2.777,301. Indeks saham unggulan LQ 45 juga turun 4,501 poin (0,83%) ke level 539,801.

Indeks dibuka melemah tipis 0,06% ke level 2.796 dan terus melorot hingga pada sesi siang bertengger di 2.786. Tekanan aksi jual masih mendera bursa, sehingga indeks pun terjungkal ke level 2.777.

Kepala Riset Panca Global Securities Bertrand Raynaldi mengatakan, pelemahan bursa regional dan sepinya sentimen positif yang berpengaruh signifikan pada indeks, membuat bursa berakhir negatif. “Minimnya sentimen ini membuat pergerakan bursa global atau Wall Street dijadikan acuan IHSG,” ujarnya.

Menurut Bertrand, ekspektasi atas pertumbuhan ekonomi yang positif serta keberhasilan emiten membukukan keuntungan yang besar sudah terakumulasi semuanya dengan kenaikan indeks saat ini. Namun, IHSG tidak mampu bertahan lama bertengger di level 2.800 poin karena sudah menguat sekitar 10%, sejak awal Maret 2010. “Harga saham domestik yang sudah mahal, memicu investor merealisasikan keuntungannya,“ujarnya.

Hampir semua sektor melemah, kecuali perkebunan dan infrastruktur yang masih membukukan penguatan. Adapun sektor aneka industri dan konsumsi memimpin penurunan sebesar 1,4%, diikuti sektor perdagangan 1,3%, manufaktur 1,2%, dan finansial 1,1%. Demikian pula sektor properti yang jatuh 0,9%, industri dasar 0,6% dan tambang yang turun 0,08%.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 6,411 miliar lembar saham, senilai Rp 15,121 triliun dan frekuensi 119.535 kali. Sebanyak 72 saham naik, 149 saham turun dan 57 saham stagnan.

Aktivitas investor asing mendominasi aksi jual mencapai Rp 11,011 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 11,671 triliun. Ini berarti, transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 660,294 miliar.

Beberapa emiten yang melemah antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 163.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 38.050, Petrosea (PTRO) turun Rp 900 ke Rp 9.000, Gudang Garam (GGRM ) turun Rp 600 ke Rp 24.750, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 41.900, United Tractors (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 18.350.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain Sepatu Bata (BATA) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000, BTPN (BTPN) naik Rp 700 ke Rp 7.900, Goodyear (GDYR ) naik Rp 700 ke Rp 12.800, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.600, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 17.400, PT International Nickel Indonesia (INCO)naik Rp 100 ke Rp 4.725, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS ) naik Rp 75 ke Rp 4.250.

IHSG terkoreksi di tengah pelemahan bursa regional Asia. Indeks Shanghai di China turun 19,36 poin (0,62%) ke level 3.109,10, indeks Hang Seng turun 135,44 poin (0,63%) ke level 21.239,35.

Indeks Nikkei-225 turun 7,2 poin (0,06%) ke level 11.089,94, indeks Kospi di Seoul turun 7,34 poin (0,43%) ke level 1.692,85. [mdr]

Original Post:
Koreksi ‘Big Cap’ Runtuhkan Bursa – Inilah.com

Related Blogs

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Koreksi Lanjutan, BoW Saham ‘Big Cap’ – Inilah.com
  2. IHSG Lanjut Koreksi, Buru ‘Big Cap’ – Inilah.com
  3. Waspadai Koreksi Bursa Regional! – Inilah.com
  4. Saham ‘Big Cap’ Masih Berpeluang Naik – Inilah.com
  5. Koreksi, IHSG Kamis Pagi Dibuka Turun 3,09 Poin – Inilah.com

About admin