INILAH.COM, Jakarta – Tumbuh kembangnya dunia otomotif tak pelak membawa sentimen positif pada sektor multifinance, terkait meningkatnya kebutuhan jasa pembiayaan kendaraan bermotor. Lantas, saham pembiayaan apa yang patut dilirik?
Pengamat pasar modal Deni Hamzah mengatakan, dunia otomotif kini berkembang cukup pesat, terlihat dari meningkatnya penjualan kendaraan bermotor tiga bulan pertama 2010. Alhasil, sektor pembiayaan pun mengalami tren kenaikan.
“Masyarakat semakin membutuhkan jasa pembiayaan, apalagi saat ini banyak keluar produk baru,” katanya kepada INILAH.COM Jumat (23/4). Lihat saja penjualan kendaraan roda empat nasional selama Maret yang mencapai 65.523 unit atau naik 17,7% dari Februari 55.688 unit atau tumbuh 92% dibandingkan Maret 2009 sebesar 34.127 unit.
Sedang penjualan kendaraan roda empat nasional selama kuartal pertama 2010 naik 73,6% mencapai 174.042 unit dibandingkan kuartal I 2009 yan hanya 100.257 unit.
Demikian juga penjualan roda dua nasional Maret mencapai 608.691 unit atau secara bulan naik 13% dari 538.250 unit. Sedangkan penjualan kendaraan roda dua nasional selama kuartal pertama 2010 sebanyak 1.649.885 unit, atau naik 35,4% dari kuartal I 2009 sebesar 1.218.204 unit.
Selain itu, imbuh Deni, fundamental sektor multifinance juga dinilainya masih positif. Pada kuartal empat 2009 lalu, sektor ini berhasil membukukan laporan keuangan yang positif.
Pasar pun berekspektasi hal ini akan berlanjut pada kuartal pertama 2010. “Apalagi tingkat suku bunga saat ini termasuk rendah sehingga semakin mendorong orang menggunakan jasa pembiayaan,” paparnya.
Beberapa saham yang direkomendasikan dari sektor multifinance adalah PT Adira Dinamika Multi Finance (ADMF), PT Bunas Finance Indonesia (BFIN), PT Tunas Ridean (TURI) dan PT Mandala Multifinance (MFIN). “Saham sektor ini masih berpotensi menguat, sejalan dengan kebutuhan masyarakat atas jasa pembiayaan,” ujarnya.
Potensi penguatan emiten ini didukung kinerja 2009 yang memuaskan dan rencana pembagian dividen perseroan. Tengok saja ADMF. Di tengah kondisi perekonomian yang terimbas krisis, perseroan mampu meraup laba Rp1,2 triliun, naik 18,8% dari Rp 1 triliun. Alhasil, ADMF akan membagikan dividen 20% dari laba bersih 2009 atau Rp242,5 miliar.
Pembagian dividen tersebut turun dari 2008 sebesar 50%, karena perseroan membutuhkan dana Rp17,5 triliun untuk ekspansi. Tahun ini, ADMF akan menambah lebih dari 100 jaringan, dengan kebutuhan dana lebih dari Rp140 miliar.
Sedangkan BFIN membukukan laba bersih 2009 sebesar Rp301,37 miliar, naik 30,04% dengan pendapatan naik 2,21% menjadi Rp909,59 miliar. Perseroan pun akan membagikan dividen 34,06% dari laba. Ini berarti, dividen yang akan dibagikan mencapai Rp102,645 miliar atau Rp135 per saham.
Untuk tahun ini, pembagian dividen dilakukan dalam dua tahap. Pertama sebesar Rp43,339 miliar atau Rp 57 per saham yang telah dibagikan pada 29 Januari 2010 lalu. Lalu, Rp59,306 miliar atau Rp 78 per saham yang akan dibagikan ke pemegang saham pada 20 Mei 2010. Sedangkan sisa laba bersih sejumlah Rp 195,721 miliar, akan menjadi laba ditahan untuk berekspansi. Terutama untuk membuka 50 cabang baru tahun ini.
Adapun MFIN sepanjang 2009 hanya membukukan laba bersih Rp108,10 miliar, naik . Rp3,2 miliar dibandingkan 2008. Pembiayaan baru MFIN juga tak tumbuh siginifikan atau hanya mencapai Rp636,55 miliar dari 2008 sebesar Rp625,03 miliar.
Di sisi lain, Deni melihat, saham PT Wom Finance (WOMF) masih kurang menarik untuk diakumulasi. Meskipun laporan keuangan kuartal pertama 2010 cukup bagus, dengan laba Rp35 miliar, emiten ini kurang likuid di pasar. “Wom Finance sahamnya kurang likuid di pasar sehingga investor kurang tertarik,” pungkasnya.
Pada perdagangan Jumat (24/4), emiten-emiten sektor ini terpantau berhasil menguat, di tengah koreksi bursa domestik. Saham ADMF naik Rp100 (1,2%) ke Rp8.350, TURI menguat Rp75 (2,7%) ke Rp2.775 dan WOMF terangkat Rp5 (1,6%) ke Rp5.315. Sedangkan BFIN stagnan di Rp1.970 dan MFIN turun Rp10 (2,7%) ke Rp360 per lembarnya. [ast/mdr]
Original Post:
Saham Multifinance Patut Dibidik – Inilah.com
Related Blogs
- Hungarian Feb Retail Sales Unchanged On Month | Daily Markets
- Eunomia » Hungarian Elections
- Budapest's Highlights | The Hungarian Girl
- Supremium Soft White Hungarian Goose Down Pillows White Queen …
- Peru had Fujimori, Sarko's Hungarian – perhaps we're ready for a …
Related posts:
