INILAH.COM, Jakarta – Setelah sempat memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali ke teritori positif. Saham sektor finansial masih memimpin penguatan bursa.
Pada perdagangan Kamis (22/4), IHSG
ditutup menguat 13,706 poin (0,47%) ke 2.926,53. Demikian juga indeks saham unggulan LQ45
naik 2,758 poin (0,48%) ke 568,77.
Indeks sepanjang perdagangan berada di zona negatif, dimana pada awal perdagangan langsung dibuka melemah 0,90% ke level 2.886. Meski masih marak, aksi jual sedikit berkurang, dimana indeks pada sesi siang bertengger di angka 2.892. Namun, menjelang penutupan, bursa berhasil berbalik arah sehingga indeks dapat ditutup di angka 2.926.
Analis saham Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing mengatakan, IHSG berhasil menguat di tengah koreksi bursa regional Asia. Laporan keuangan kuartal pertama 2010 menjadi pendorong indeks menuju teritori positif. “Laporan keuangan kuartal pertama mengangkat IHSG mencapai level 2900, disamping sentimen positif dari penguatan bursa global,” katanya kepada INILAH.COM Kamis (22/4).
Menurutnya, setelah terkoreksi, investor kembali melakukan aksi beli di harga rendah. Demikian juga investor asing yang masih melakukan pembelian untuk saham big cap di sektor infrastruktur, perbankan dan konsumer. Hal ini terlihat dari kenaikan beberapa saham di sektor tersebut. Seperti PGAS, JSMR, BBRI, BMRI, BBCA, INDF dan KLBF.
Asing masih mencatatkan transaksi pembelian bersih (foreign net sell) sebesar Rp24 miliar. Rinciannya adalah nilai transaksi beli asing mencapai Rp1,075 triliun dan nilai transaksi jual asing mencapai Rp1,050 triliun.
Sedangkan Pardomuan memprediksikan HSG pada perdagangan besok akan melanjutkan penguatan.” Meski investor masih harus mewaspadai adanya aksi ambil untung,”katanya.
Hampir semua sektor menguat, dimpimpin sektor finansial yang naik 1%, disusul sektor tambang dan perkebunan yang menguat 0,9%. Demikian pula sektor properti yang naik 0,8%, aneka industri 0,7%, serta industri dasar dan manufaktur yang terangkat 0,07%. Hanya sektor konsumsi, perdagangan dan infrastruktur yang masih memerah.
Saham perbankan menguat atas ekspektasi laporan keuangan yang posiif pada kuartal pertama 2010, setelah beberapa emiten dari sektor ini melaporkan kinerja yang membaik. Saham BRI (BBRI) naik Rp 300 ke Rp 8.750, Bank Bukopin (BBKP) naik Rp80 ke Rp600 dan BNI (BBNI) menguat Rp100 ke Rp2.550.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi mencapai 6,213 miliar lembar saham, senilai Rp 4,341 triliun dan frekuensi 127.461 kali. Sebanyak 115 saham naik, 93 saham turun dan 82 saham stagnan.
Beberapa emiten yang menguat antara lain Petrosea (PTRO) naik Rp 900 ke Rp 9.900, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 38.750, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 23.950 dan Astra International (ASII) naik Rp 300 ke Rp 45.450.
Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 27.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 13.900, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 125 ke Rp 2.125, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 12.700.
Penguatan IHSG anomali dengan bursa asia yang sore ini terpantau melemah. Indeks Nikkei di Jepang melemah 140,96 poin (1.3%) pada level 10.949,09, indeks Hangseng di Hong Kong turun 55,99 poin (0.26%) pada level 21.454,94, indeks komposit Shanghai di China turun 33,8 poin (1.1%) ke level 2.999,48 dan indeks Kospi di Seoul turun 8.06 poin (0.5%) pada level 1739.52. [ast/mdr]
Original Post:
Sektor Finansial Dukung ‘Rebound’ Bursa – Inilah.com
Related Blogs
- Eurasia Press & News » Slovenian parliament ratifies Croatia …
- Roving Slovenian Hackers Turned Away By Facebook & Google, But …
- Ralf's Slovenian dictionary
Related posts:
