Kinerja Positif, Analis Berlomba Rekomendasi BBRI – Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta – Rilis kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang mengalahkan estimasi, tak pelak memicu rekomendasi positif para analis. Namun, emiten ini akan terkoreksi dulu sebelum naik signifikan.

Pada perdagangan pukul 15.00 WIB, saham berkode bursa BBRI ini terpantau stagnan di level Rp8.250 per lembarnya. Emiten pelat merah ini sepanjang perdagangan, bergerak di kisaran sempit 8.200 hingga 8.350.

Rekomendasi pertama diberikan analis Danareksa Bonny Budi Setiawan. Hal ini terkait net profit after tax (NPAT) perseroan yang tumbuh cepat 23% pada 2009 lalu. Saat ini saham BBRI diperdagangkan dengan target harga Rp9.000. “Saya masih rekomendasikan beli untuk BBRI, meski PBV 2010 telah mencapai 4,6 kali, atau paling mahal di sektornya,”ujarnya, Rabu (31/3).

BBRI melaporkan NPAT 2009 tumbuh 23% YoY menjadi Rp 7,3 triliun, didorong oleh interest income yang naik 17%. Kredit tumbuh sebesar 28% menjadi Rp 205 triliun, melampaui pertumbuhan rata-rata kredit industri sebesar 10%. Sedangkan simpanan tumbuh 26.12% menjadi Rp254 triliun.

Pendapatan non-bunga (Fee-based income) dan pendapatan non-operasional juga ikut mendorong pertumbuhan NPAT, dan yang terakhir berasal dari klaim asuransi. Sementara, net interest margin (NIM) turun dari 10,18% menjadi 9,14%.

Non performing loan (NPL) naik menjadi 3,5% dari 2,8% di 2008, dengan NPL tertinggi berasal dari kredit segmen menengah. Sedangkan segmen lainnya memperlihatkan penurunan NPL pada kuartal empat 2009. Adapun rasio kecukupan modal (CAR) terlihat kokoh di 13,2%.

Sementara tim riset Samuel sekuritas menuturkan, dengan NIM terjaga pada kisaran 9% dan ROE 35.22%, BBRI berpotensi diperdagangkan mendekati PBV BBCA, dimana PBV 2010-2011 BBRI mencapai 3.0-2.5 kali lebih rendah dari BBCA 4.2-3.6 kali. “Rekomendasi beli dengan target harga Rp9.000 per saham,” ujarnya.

Menurutnya, Net interest income dan laba bersih BBRI in line dengan estimasi, meskipun di atas estimasi pasar. Adapun tumbuhnya laba operasi disebabkan tingginya provisi seperti faktor bencana alam dan downgrade beberapa kolektibilitas dari lancar menjadi tidak lancar.

Target harga lebih tinggi diberikan Trimegah securities untuk BBRI, yakni di Rp9.500. Peningkatan rating ini menyiratkan target PBV 2010 sebesar 3,6 kali, menyusul laba bersih yang lebih baik dari ekspektasi. “Saat ini, kami masih konservatif mempertahankan proyeksi laba bersih 2010-2011 sebesar Rp7.7 triliun dan Rp9.1 triliun.” paparnya.

Dipaparkan, meski BBRI memposting kenaikan pengeluaran provisioning sebesar 106,4% YoY mencapai Rp5,8 triliun, perseroan masih sanggup membukukan kenaikan laba bersih hingga Rp7,3 triliun untuk full year 2009. “Angka tersebut di atas ekspektasi kami laba bersih kami yang mencapai Rp6,4 triliun untuk full year 2009 serta di atas konsensus yang Rp6,8 triliun,”ujarnya.[mdr]

Source:
Kinerja Positif, Analis Berlomba Rekomendasi BBRI – Inilah.com

Related Blogs

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Inilah rekomendasi saham analis hari ini! – Kontan
  2. Sucorinvest : Rekomendasi BELI saham BBRI dengan target harga Rp 8.350 – Kontan
  3. Rekomendasi buy untuk saham BBRI & ANTM – Kontan
  4. Rekomendasi saham: BBRI, INDF, PGAS – Bisnis Indonesia
  5. REKOMENDASI SAHAM (10/1): Cermati BBRI, ISAT, BMRI, PTBA – Bisnis Indonesia

About