Secara Teknis, BUMI Masih Menguat – Inilah.com

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Rabu (21/4) diprediksikan mengalami technical rebound. Rekomendasi beli BUMI untuk jangka pendek-menengah.

Yustian Hartono, technical analyst AmCapital Indonesia mengatakan, secara teknis, saham PT Bumi Resources (BUMI) akan bergerak naik hari ini. Sebab, emiten ini baru berhasil rebound dari level support-nya. Hanya saja, pasar harus mencermati kenaikan BUMI yang tidak diiringi bersarnya volume transaksi.

Menurutnya, penguatan BUMI hari ini pun belum meyakinkan, untuk kenaikan selanjutnya. “Tapi, secara teknis, IHSG ^JKSE dan BUMI memiliki peluang untuk naik,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (20/4) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp50 (2,12%) menjadi Rp2.400 dengan intraday Rp2.400 dan Rp2.350. Volume transaksi mencapai 67,3 juta unit saham senilai Rp159,9 miliar dan frekuensi 1.790 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah kemarin menguat di atas 2%, bagaimana Anda memperkirakan pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya melihat secara teknis masih berpotensi menguat. Salah satunya dipicu oleh peluang positifnya sentimen market. Sebab, pada saat Goldman Sachs dituduh melakukan kejahatan derivatif terkait subprime mortgage, ternyata bukan suatu hal yang perlu dicermati pasar secara serius. Sebab, kasus tersebut tidak mengubah fundamental pasar. Kasus itu merupakan kejadian yang sudah lampau.

Kasus Goldman Sachs, bahkan, di pasar AS sendiri sebenarnya tidak berdampak signifikan untuk pasar secara keseluruhan. Hal itu hanya jadi pemicu agar investor melakukan profit taking. Sebab, kenaikan indeks dalam beberapa pekan terakhir sangat pesat.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.450-2.525 dan Rp2.325 sebagai level support-nya.

Selain sentimen market, apalagi yang bisa mendongkrak BUMI?

Di sisi lain, potensi penguatan BUMI juga didorong oleh faktor teknis. Secara teknikal, BUMI masih positif sebab baru berhasil rebound dari level support-nya. Hanya saja, pasar harus mencermati kenaikan BUMI yang tidak diiringi bersarnya volume transaksi. Penguatan BUMI hari ini pun belum meyakinkan, untuk kenaikan selanjutnya. Tapi, secara teknis, IHSG ^JKSE dan BUMI memiliki peluang untuk naik meskipun dalam kisaran yang terbatas.

Terbatasnya pergerakan saham BUMI belakangan ini juga tampak dari tipisnya volume transaksi. Karena itu, pada saat indeks terkoreksi tajam sehari sebelumnya, penurunan BUMI tidak terlalu tajam.

Apa yang memicu penguatan BUMI terbatas?

Itu karena minimnya sentimen dari berita-berita korporasi yang bisa men-drive pergerakannya dalam jangka pendek. Sebelumnya, kenaikan BUMI mendapat tenaga dari kenaikan harga batubara dalam kontraknya. Batubara sendiri saat ini masih kuat di level US$98 per metrik ton di Newcastle. Namun, ini sudah diserap oleh pasar. Datarnya pergerakan BUMI belakangan ini akibat kurangnya sentiemen. Padahal biasanya, BUMI merupakan emiten yang paling banyak berita yang menggoyangnya.

Tapi, ini bukan berarti, BUMI tidak lagi jadi saham sejuta umat. Sebab, pelaku pasar tetap terus mencermati perkembangannya meskipun saham ini cukup menimbulkan kontroversi. Menurut saya, sepinya perdagangan BUMI hanya terjadi dalam jangka pendek.

Bagaimana dengan harga minyak?

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia saat ini masih berfluktuasi di level US$80-85 per barel . Angka ini cukup fair. Sebab, pergerakan harganya tidak terlalu buble seperti tahun 2008 lalu yang menguat hingga US$140 per barel, lalu tiba-tiba turun ke level US$30 per barel. Karena itu, fluktuasi pasar, tidak akan bergerak seperti 2008 lalu.

Tapi, saat inipun jika harga minyak mengalami kenaikan, tentu berpengaruh positif bagi BUMI, karena core bisnisnya di sektor batubara. Namun, karena dari sisi aksi korporasi belum ada hal baru, penguatan BUMI terbatas. Sementara itu, hambatan dari besarnya utang perseroan, menurutnya sudah menjadi rahasia umum. Karena itu, utang BUMI sudah price in di level harga BUMI saat ini. Hal itu bukan hal baru lagi.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Secara teknikal, BUMI bullish. Saya rekomendasikan buy dalam jangka pendek hingga menengah dengan target Rp2.525. [jin/ast]

Source:
Secara Teknis, BUMI Masih Menguat – Inilah.com

Related Blogs

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. BEI: Secara Teknis Asing Tidak Tarik Dananya – Berita Sore
  2. Akumulasi Masih Berlanjut di Saham BUMI – Inilah.com
  3. Secara Langsung, BNBR Tak Miliki Saham BUMI – Inilah.com
  4. BUMI Melemah, ‘buy on weakness’! – Inilah.com
  5. Secara Teknikal BUMI Bisa Sentuh Rp3.500 – Inilah.com

About