TEMPO Interaktif, Jakarta – Indeks berhasil melampaui level tertingginya lagi seiring menguatnya bursa regional dan naiknya harga komoditas.
Saham Astra International, saham sektor pertambangan, Bank BRI, serta Unilever menjadi incaran investor sehingga berhasil melecut indeks naik.
Pada perdagangan sesi pertama Senin (26/4) siang ini indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di level 2.947,081, yang berarti naik 22.35 poin (0,76 persen) dari posisi akhir pekan lalu di 2.924,731.
Sebanyak 121 saham harganya naik, 54 saham turun, dan 67 saham lainnya tidak mengalami perubahan. Volume perdagangan mencapai 3,08 miliar, dengan nilai transaksi Rp 1,73 triliun, serta frekwensi sebanyak 66 ribu kali. Dan investor kembali mencatat pembelian bersih senilai Rp 99,23 miliar.
Kepala riset dari PT Bhakti Securities, Edwin Sebayang mengungkapkan diawal pekan ini seperti sudah diperkirakan indeks akan naik seiring menguatnya bursa Wall Street akhir pekan lalu yang kemudian menular ke bursa Asia hari ini.
“Naiknya harga minyak diatas US$ 85 per barel, serta menguatnya harga batubara juga menjadi amunisi tambahan bagi pergerakan indeks kali ini,” paparnya.
Dalam sepekan ke depan indeks diperkirakan akan mencoba untuk naik ke level 2.950 hingga 3.000. Artinya, ini akan membuat bursa domestik akan semakin rawan terjadi aksi ambil untung dan bisa menekan indeks sewaktu – waktu. “Investor dituntut harus waspada dan mencermati pergerakan pasar, serta harus menenentukan dilevel berapa mereka harus keluar,” paparnya.
Menurut Edwin, ada beberapa saham yang secara valuasi masih atraktif dan masih cukup murah untuk ditransaksikan seperti: saham PTBA, Indo Tambangraya, Bumi Resources, Antam, Semen Gresik, Indocement, Telkom, Wijaya Karya, serta Jasa Marga.
Saham – saham yang kembali mendorong pergerakan indeks kali ini antara lain: Astra International naik Rp 750 menjadi Rp 46.550, Indo Tambangraya nai kRp 500 menjadi Rp 39.400, Indocement menguat Rp 300 ke level 15.500, Bank BRI naik Rp 150 ke level 8.900, Bumi Resources, naik Rp 50 menjai Rp 2.375, serta saham PTBA juga terapresiasi Rp 300 menjadi Rp 18.300 per saham.
Dan nilai tukar rupiah siang ini berada di level 9.000 per dolar AS, yang berarti menguat 10 poin dari posisi Jumat lalu di 9.010.
VIVA B KUSNANDAR
Source:
Astra Dan saham Pertambangan Kembali Lecut Indeks – Tempo Interaktif
Related Blogs
- Membuat tampilan desktop menjadi menarik dengan aplikasi BumpTop …
- discount chanel sale » Blog Archive » Yang Xiuzhu various real …
- KLSE Bursa's PacificMas rises most in 9 months on plan to sell …
- Serta Memory Foam Mattress Ebook « Free Download Soft
- » Become millionaire with ASB (Amanah Saham Bumiputera)POKJAT.COM
- What Mattress is a Better Brand – Sealy, Serta Or Simmons …
- Didn't know that Rainie Yang 杨丞琳 could be this Sexy …
- edd labor market infomation div ces – Linda Wojciechowski
- English Department announces ENGL 100-level essay contest winners …
- Fabio / Capello: Leading England to World Cup bigger than winning …
- 5lfd: Chelsea thump Stoke to go top 25 Apr 10 | Ritesh Naik
- Change DIV height/width with body width/height using jQuery
- Dan Aykroyd, Unplugged on UFOs – on CNN Anderson Cooper « OptIn …
- Div dissappears when I remove text « OnlineNews
- Airbrush Power Series Level 1 Disk 1-3 | rapidshare templates
- Editor of Saham News Website Tortured, under Severe Pressure …
- Treetop Tower 4 Level Rustic Cat Tree | Discount Cat Supplies …
- 1/8 MySpace Div Overlay Layout Tutorial February 3, 2009 « Myspace …
- Goa Blog – Goa India » Regional forensic Laboratory for Goa …
- Bears Draft NCAA Record Breaking QB, Dan LeFevour
Related posts:
- Saham Perbankan dan Astra Dongkrak Indeks – Tempo Interaktif
- Astra Tuntun Indeks Lokal ke Rekor Terbaru – Tempo Interaktif
- Naik 15324 Poin Indeks Kembali Jajal Menembus 2.900 – Tempo Interaktif
- Astra International Kembali Pimpin Kenaikan Indeks – Tempo Interaktif
- Indeks Akan Kembali Menguji level 2.900 – Tempo Interaktif
