TEMPO Interaktif, Jakarta – Penjabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat (7/5) pagi tadi hingga mendekati 9.300 merupakan sebuah fenomena global.
Menurut dia, selain krisis keuangan yang terjadi Yunani, kesalahan entri penjualan saham pada Dow Jones dua hari lalu menambah kepanikan pasar. Ia mengutarakan, bank sentral akan menjaga agar kurs nilai tukar tidak terlalu ekstrem.
“Sebenarnya kita sudah turun ke pasar sejak dua hari lalu mengawasi dengan ketat,” ujarnya saat ditemui wartawan di gedung Bank Indonesia. Ia mengakui, kepanikan ini dikarenakan pemilik modal memang akan lebih memilih untuk membeli dolar.
Namun, apakah bank sentral akan melepas cadangan devisa, Darmin belum dapat memberikan keterangan. “Kita tidak akan bicara secara detail. Lihat saja setelah beberapa hari. Pasti dijelaskan posisinya. Tapi kita tidak diam saja, kita akan jaga agar kurs itu agar tidak terlalu ekstrem,” tuturnya.
Dari lantai saham, Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan menyatakan turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dan anjloknya pasar regional hanya bersifat sementara. “Rontoknya bursa ini reaksi pasar menanggapi krisis di Yunani dan Eropa,” ujar Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany di Jakarta, Jumat (7/5).
Fuad menilai, anjloknya indeks harga saham dalam negeri merupakan koreksi terhadap pertumbuhan indeks setelah krisis yang terjadi pada 2008. “Wajar saja kalau dalam proses pemulihan ada kondisi yang naik-turun,” kata Fuad, yang yakin hal ini tidak berlangsung lama.
Pada sesi perdagangan siang, indeks harga saham kembali mengalami penurunan sebesar 48,89 poin. Indeksi dibuka pada level 2808,74 dan turun menjadi 2761,73 saat penutupan sesi siang. Indeks sempat menyentuh angka terendah 2705,21 namun kembali naik.
Saham-saham di kawasan Asia dibuka menurun tajam seiring rontoknya saham-saham di bursa New York, Kamis (6/5) waktu setempat, di tengah ketakutan terhadap krisis utang yang melanda Yunani akan berimbas ke kawasan Eropa dan sekitarnya.
Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 3,8 persen setelah terpuruk 3 persen sehari sebelumnya. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga jatuh 1,4 persen di awal perdagangan setelah menurun tipis sehari sebelumnya.
Indeks komposit Shanghai, bursa terpandang di Cina daratan, terperosok 2,2 persen, menambah beban bursa itu setelah rontok 4,1 persen pada Kamis. Indeks acuan Australia di Sydney juga turun 2,2 persen lebih rendah.
Nilai tukar euro melanjutkan penurunan terhadap dolar Amerika Serikat yang menyentuh US$ 1,2522 dalam perdagangan hingga malam di Asia. Menjelang perdagangan sesi siang di Asia, euro ditransaksikan sekitar US$ 1,2669, level terendah sejak Maret lalu.
RIRIN AGUSTIA | FAMEGA SYAVIRA
Source:
Bank Sentral: Rupiah Anjlok, BI Tidak Diam – Tempo Interaktif
Related Blogs
- Ciągle pada… | GNIAZDO ŚWIATÓW – Worlds Nest – Гнездй миров – Nest …
- Kesalahan Trader Mengakibatkan Anjiloknya Indeks Dow Jones ( Djia …
- » Become millionaire with ASB (Amanah Saham Bumiputera)POKJAT.COM
- Matthew Yglesias » A European Central Bank Primer
- 100 persen Guaranteed Approval On Payday Loans
- Germany Apr Consumer Price Index MoM decreases 01 persen vs 05 …
- King of the Micro Winner 970 persen profit
- Fed to leave rates at 025 persen experts
- EU Retail Sales MoM decreases 06 persen in Feb decreasing 11 …
- New Zealand Mar Credit Card Spending up to 21 persen vs 04 persen
- Exports rise in Japan by 453 persen
- 1000 Ct Yin Yang 13.5 Gram Clay Poker Chip Set w/ Aluminum Case …
- 100 persen Guaranteed Approval On Payday Loans
- ÜLKER Bölge Distiribütörü Akan Gıdaya | İş İlanları İstanbul
- EU Retail Sales MoM decreases 06 persen in Feb decreasing 11 …
- Canım Kardeşim ~ Kemal Sunal ~ Tarık Akan / Yeşilçam bedava film …
- Maden ~ Cüneyt Arkın ~ Tarık Akan / Yeşilçam bedava film izle …
- Coca-Cola Continues Its Strong Commitment To China Through …
- Fund Fees And Performance | Analisa Pelaburan Saham & Unit Trust …
- Label | Indeks | Kiev | elektroaktivisten.de
Related posts:
- Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke: Harga Minyak Tidak Jadi … – Harian Analisa
- Lankah Bersama Bank Sentral Angkat Dow Jones 186 Poin – Tempo Interaktif
- Indeks Saham Fanstastis, Rupiah Memble – Tempo Interaktif
- Pertama Kalinya Sejak 2008, Rupiah Menguat Di Bawah 9.100 – Tempo Interaktif
- Indek Dan Rupiah Terus Melemah – Tempo Interaktif
