Pada perdagangan kemarin,indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi cukup besar yaitu 38,246 poin (1,33%) ke posisi 2.840,425. Koreksi ini sebenarnya sudah diperkirakan setelah sebelumnya IHSG terus menguat hingga menembus level psikologis 2.900. Seluruh faktor yang ada, baik eksternal maupun internal, memang mendukung adanya koreksi. Dari eksternal terutama disebabkan sentimen fraudGoldman,yang dijadikan pemicu untuk ambil untung, kata analis pasar modal Felix Sindhunata di Jakarta kemarin. Gerak IHSG kemarin memang terseret kejatuhan bursa Asia seperti di Bursa Tokyo dengan indeks Nikkei-225 turun 193,41 poin (1,8%) ke 10.901,33. Bursa Taiwan dan Shanghai bahkan anjlok masing-masing 3,17% dan 4,79%.
Pelemahan bursa Asia mengikuti anjloknya di Bursa New York akhir pekan lalu,setelah mencuatnya kasus Goldman Sachs. Pengawas pasar modal Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), menuduh Goldman & Co menipu investor dengan menjual produk Abacus,yang memiliki aset dasar collateralized debt obligation (CDO) di sektor perumahan. Meski Goldman membantah tudingan tersebut, pasar meresponsnya dengan negatif. Sebenarnya isu ini tidak terlalu mengkhawatirkan sebab buat kita memang tidak ada pengaruhnya. Namun, sentimen ini yang dijadikan alasan untuk melakukan profit taking,ungkap Felix. Menurut Felix,faktor lain yang berkontribusi terhadap koreksi IHSG adalah turunnya harga komoditas, terutama minyak mentah.
Harga minyak di perdagangan Asia merosot ke level USD82 per barel lantaran kerugian besar dari letusan gunung berapi di Islandia yang merusak pemulihan ekonomi global dan permintaan minyak mentah. Sedangkan dari dalam negeri, melemahnya rupiah menjadi sentimen negatif yang turut menekan IHSG,imbuhnya. Meski koreksi kemarin cukup besar, Felix menilai masih wajar dan sudah semestinya terjadi akibat posisi IHSG yang sudah tinggi. Dengan kinerja emiten yang positif dan pertumbuhan ekonomi nasional yang terjaga, dia optimistis IHSG bisa kembali ke level 2.900. Kemungkinan itu masih sangat terbuka sebab secara fundamental masih cukup mendukung.
Memang pekan ini momentum untuk itu belum cukup kuat, tuturnya. Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang menilai indeks tengah dalam siklus penurunan dari puncak pencapaiannya pekan lalu. Sejumlah faktor penguat indeks sudah tidak mendukung lagi. Menjelang akhir April, IHSG memang sudah saatnya mengalami koreksi. Sejumlah indikasi yang ada memang mengarah ke sana,ujarnya. Menurut dia, likuiditas asing yang selama ini menyerbu pasar saham domestik memilih mengalihkan investasinya karena sudah tidak terlalu menguntungkan.
Begitu pula dengan nilai tukar rupiah yang sudah mencapai posisi Rp9.000 per dolar AS. Sebenarnya kita harapkan hingga akhir April ini mereka masih bertahan. Tapi untuk MeiJuni, IHSG memang akan mengalami koreksi sebab data-data ekonomi yang keluar umumnya negatif,paparnya. Edwin memperkirakan IHSG selama sepekan ini tertekan dengan level support 2.810. Jika level itu tembus, IHSG berpeluang ke level 2.790. Senada dengan Felix, Edwin melihat sentimen Goldman Sachs tidak terlalu berpengaruh. Sentimen yang jauh lebih berpengaruh adalah data-data keuangan AS yang akan keluar pekan ini. Investor akan mengantisipasi data-data AS, terutama data pengangguran dan penjualan rumah.
Ini akan menjadi indikasi apakah pemulihan ekonomi benar-benar berlangsung,ujarnya. Sebaliknya,Kepala Riset Capital Price Deddy Ertanto menilai kasus Goldman Sachs masih menjadi sentimen negatif yang akan berpengaruh luas. Menurut dia, saat ini investor menunggu kepastian kelanjutan drama itu, apakah Pemerintah AS yang akan mengambil alih atau sebaliknya. Kalau masalah ini dibiarkan berlarut, masalah baru lainnya akan muncul.
Ini lebih dahsyat dari Dubai World. Pelaku pasar sangat khawatir kalau tidak segera ditangani. Makanya,indeks masih akan terus didera koreksi,tandasnya. (juni triyanto)
Source:
Bursa Saham Rontok – Koran Sindo
Related Blogs
- PGA Championship winner Yang toughs out victory in Volvo China …
- Yang leads China Open | VENNCommunications – Taking the Next Step
- JANA WANG DENGAN PERFUMES-REALITI | Super-Classified.com :: Free …
- Tele Kızlar Filmi Full Hd izle. Tarık AKan Hülya avşar filmi |
- Sentimen Anti-Malaysia Pun Merebak : Romeltea Magazine
- Goldman Sachs & Cumberland Strategy Change | The Big Picture
- Farni's Nasi Kukus, Bukit Damansara – memang BEST!! | thenomadGourmand
- Yin and yang | Just A Nats Fan
- Adv: Sudah Potong Your Broaband Service? | Malaysian Wireless
- Tips Blogging Hari ini
- Asing Borong Saham Rp 1,93 Triliun, IHSG Sepekan Melesat 76463 …
- Raftingci kız deli gibi akan dereye düştü VİDEO | Haber.Be, Haber Oku
- Amatör Ses – Miss tiky İçimden Akan Yaşlar | Kelebek Yükle İndir
- Kementerian Komunikasi dan Informatika RI » PENGAMAT : ADA …
- » Kalbinden Akan Yaşlar, Bakışlar Yalanmıydı ? « klip izle – müzik …
- Ç.Rizespor, Muhammet ve Akan Kanlar! | AjansRize.net | Güncel Rize …
- InI » Haiti Newslinks 17 April, 2010: The Shock Doctrine in Haiti …
- WebMetricsGuru » The Sentimen…
- abis koreksi, terbit sang seksi : 200210 « maen SAHAM beneran …
- Super Junior Will Make A Comeback In May « SuJuELFone
Related posts:
