Gejolak Bursa Hanya Sementara – Koran Sindo

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bape pam-LK) Fuad Rahmany mengatakan, penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dipicu sentimen bursa global yang juga anjlok akibat kekhawatiran terhadap krisis utang Yunani. Ini bukan jangka panjang. Koreksi di pasar saham merupakan hal yang wajar. Kita kan baru saja selesai great recession(resesi besar) di sejarah dunia.Tentunya proses recovery (pemulihan) ada naikturun, ujar Fuad di Jakarta kemarin. Menurut dia, terkoreksinya bursa saat ini merupakan letupan kecil di dunia pasar modal.Dia berharap koreksi yang terjadi tidak akan terlalu lama.

Semuanya sebenarnya hanya koreksi terhadap pertumbuhan indeks. Ini tidak lama,imbuhnya. Kemarin IHSG kembali terkoreksi tajam sebesar 71,283 poin (2,53%) ke level 2.739,33. Ini berarti IHSG telah kehilangan 219,68 poin atau lebih dari 7,5% dalam tiga hari terakhir. Terkoreksinya indeks saham di BEI mengikuti kejatuhan bursa global, yang dipicu anjloknya indeks Dow Jones di Bursa New York setelah muncul kepanikan akibat kesalahan teknis yang dilakukan pialang Citigroup.

Tekanan dari global seiring jatuhnya Wall Street akibat belum jelasnya kondisi Eropa serta adanya kesalahan teknis yang dilakukan traderCitigroup menjadi pemicu utama jatuhnya kembal indeks, ujar Vice President Research and Analyst PT Valbury Asia Futures Nico Omer Jonckheere. Menurut Nico, kepanikan menyebar ke seluruh penjuru dunia saat Moodys Investor Services memberi peringatan jika perbankan Eropa akan sulit menghindar kerugian besar karena mereka adalah pemegang surat utang terbesar yang dikeluarkan Yunani, Portugal, dan Spanyol, jika terjadi gagal bayar (default).

Dia melanjutkan, tekanan global tersebut sangat hebat, bahkan melebihi tekanan pada 2008, saat pasar saham ambruk akibat krisis ekonomi yang disebabkan subprime morgate.Adanya kesalahan manusia (human error) dari pialang Citigroup, yang salah memasukkan order saham Procter & Gamble dari seharusnya 16 juta menjadi 16 miliar order, semakin membuat panik pasar.Akibat kesalahan itu, indeks Dow Jones sempat anjlok 998,5 poin atau sekitar 9%, hingga kemudian membaik dan ditutup turun 347,80 poin (3,20%) ke level 10.520,32. Ini merupakan koreksi paling besar sejak April 2009. Akibatnya, Bursa Asia mengalami koreksi rata-rata sebesar 1%, setelah sebelumnya juga sempat melorot hingga 3%.

Sementara di Indonesia,IHSG sejak awal perdagangan langsung tertekan. Indeks sempat bergerak naik di akhir sesi pertama dengan aksi beli selektif terhadap sahamsaham tertentu. Namun, negatifnya pembukaan bursa Eropa membuat gerak IHSG kembali menukik hingga penutupan perdagangan. Kondisi perdagangan di BEI kemarin masih diwarnai aksi jual masif oleh investor asing.Tercatat transaksi jual investor asing mencapai Rp2,181 triliun, sedangkan transaksi beli Rp1,507 triliun. Dengan begitu, investor asing membukukan jual bersih (net sell) senilai Rp674,801 miliar. Kejatuhan IHSG selama tiga hari terakhir membuat kapitalisasi pasar BEI merosot hingga Rp190,12 triliun atau 7,84% menjadi Rp2.232,783 triliun. Pada akhir pekan lalu kapitalisasi pasar bursa masih sebesar Rp2.422,903 triliun.

Seperti IHSG, nilai tukar rupiah kemarin juga melemah ke level 9.215 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.190 per dolar AS. Rupiah bahkan sempat merosot hingga Rp9.370 per dolar AS. Sejumlah analis menilai, gejolak di pasar keuangan dan koreksi akan berlanjut pada pekanpekan berikutnya.Namun, Direktur Utama BEI Ito Warsito mencoba menenangkan, penurunan drastis tidak akan terjadi di bursa domestik. Kita kan punya sistem auto rejection,yang secara otomatis akan menolak jika terjadi penurunan harga yang sangat dalam, ujarnya.

Secara terpisah Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah beberapa hari ini lebih karena kondisi global. Kendati demikian, pihaknya menyangkal bahwa pelemahan kurs tersebut merupakan krisis global kedua. Ini fenomena global, tapi bukan krisis global kedua,tandasnya. (juni triyanto/jerna/didik/ Rtr/ ahmad senoadi)

Source:
Gejolak Bursa Hanya Sementara – Koran Sindo

Related Blogs

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Reaksi Negatif Pasar Hanya Sementara – Tempo Interaktif
  2. Anomali IHSG Hanya Sementara – Inilah.com
  3. Bursa Saham Rontok – Koran Sindo
  4. IHSG Diprediksi Terus Menguat – Koran Sindo
  5. IHSG Cetak Rekor Baru – Koran Sindo

About