NEW YORK – Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa 20 April waktu setempat berhasil menguat seiring naiknya harga minyak, sehingga mendongkrak saham energi. Sementara itu, sejumlah investor pun optimistis tentang pemulihan laba secara keseluruhan perusahaan raksasa di AS.
Salah satunya, laba Goldman Sachs berhasil melonjak dari perkiraan sejumlah analis, namun sahamnya malah tergelincir 2,1 persen menjadi USD159,98. Kendati, pihak regulator Inggris masih melakukan penyelidikan dugaan penipuan oleh perusahaan hingga saat ini
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/4/2010), kondisi pasar masih berpandangan bahwa laba perusahaan raksasa seperti Goldman yang menunjukkan perbaikan, bakal membawa perekonomian AS sudah mulai pulih. Meskipun beberapa perusahaan besar yang melaporkan hasil yang solid, seperti UnitedHealth Group berakhir di bawah ekpektasi.
“Laba keseluruhan baik, tetapi Anda akan lebih baik berharap atau saham Anda akan mulai melemah setelah mengalami kenaikan. Salah satunya, karena laba yang dibukukan perusahaan tersebut,” kata analis Strategi Miller Tabak & Co Peter Boockvar, di New York.
Investor mengambil keuntungan terhadap saham-saham pilihan, termasuk saham Apple Inc. Saham Apple melonjak lebih dari enam persen menjadi USD260,99, memperpanjang rekor tinggi, pada akhir perdagangan. Apple melaporkan hasil kinerjanya di atas ekspektasi, dipimpin oleh penjualan yang kuat dari iPhone.
Sedangkan, saham Yahoo malah anjlok 1,9 persen menjadi USD18,03 dalam perdagangan, setelah memperoleh pendapatan turun. Selama sesi reguler, lebih dari empat saham naik di New York Stock Exchange, sementara di Nasdaq, tiga saham naik untuk setiap decliner.
Sentimen tersebut membawa indeks industri Dow Jones naik 25,01 poin atau setara 0,23 persen ke 11.117,06. Sementara itu, indeks 500 Standard & Poor’s naik 9,65 poin atau 0,81 persen menjadi 1.207,17, dan indeks Nasdaq Composite Index naik 20,20 poin atau 0,81 persen ke 2,500.31.
Saham Energi mempimpin terhadap penguatan harga minyak yang menguat, karena beberapa penerbangan Eropa dilanjutkan dengan ancaman dari abu vulkanik Islandia. Harga minyak mentah naik lebih dari dua persen ke level USD83,45 per barel, meskipun volume perdagangan untuk kontrak Mei lebih rendah pada hari terakhir kontrak.
(css)
Source:
Harga Minyak Bikin Wall Street Melambung – Okezone
Related Blogs
- Speech LAUNCH OF MALAYSIA, JOM LEBIH SIHAT! CAMPAIGN | News Event …
- DataRecovery | Aplikasi Recovery Data Gratisan Dari Tokiwa …
- Dr. Zakir Naik Islamic terrorist talks about having ANAL SEX …
- ASNB Funds Top-Up Facility with CIMB Clicks | Bebas-Hutang.com
- » Become millionaire with ASB (Amanah Saham Bumiputera)POKJAT.COM
- estawar – Soft & Fresh » List Perusahaan dan Produk Yahudi Yang …
- All eyes on Yang for Jeju homecoming | Trendific
- EU Retail Sales MoM decreases 06 persen in Feb decreasing 11 …
- Exports rise in Japan by 453 persen
- New Zealand Mar Credit Card Spending up to 21 persen vs 04 persen
- US Durable Goods Orders rise 05 persen in Feb, ex Transportation …
- New Zealand 4Q Gross Domestic Product QoQ improves 06 persen from 1Q
- Lowongan Kerja di Perusahaan Penerbangan Air Asia April 2010 …
- Take the Guesswork out of Yang. | My Club Sea Breeze Team
- Kings crowned LABA U-21 Champs : Kaieteur News
- Editor of Saham News Website Tortured, under Severe Pressure …
- Money as Debt II Promises Unleashed (6 of
| Harga.us - Fremont District 79 Discusses Finance at Community Information …
- The different procedures Cosmetic Dentistry | Harga.us
- silk ties are dead? | Harga.us
Related posts:
- Konflik Libya Rontokkan Wall Street, Harga Minyak Melambung – Detikcom
- Harga Minyak Melambung Hantam Saham Maskapai Penerbangan – Tempo Interaktif
- Harga Minyak Sokong Kenaikan Saham Perusahaan Minyak – Okezone
- Harga Minyak Menyurut Lambungkan Wall Street – Okezone
- Anjloknya Harga Minyak Tekan Wall Street – Okezone
