Positifnya laporan keuangan emiten di tahun buku 2009 membuat ekspektasi dividen menjadi isu menarik bagi asing di tengah berlebihnya likuiditas. Saham menjadi instrumen paling rasional yang menjanjikan keuntungan. Mereka (investor asing) akan memilih masuk ke saham dibanding memegang dolar, ujarnya. Selain itu, lanjut Edwin, menguatnya nilai tukar rupiah yang kemarin mencapai level Rp9.060 per dolar Amerika Serikat (AS) juga ikut mengangkat kepercayaan investor. Penguatan rupiah akan menurunkan nilai utang dalam mata uang asing yang dimiliki emiten.
Selain itu, akan ada penurunan beban emiten,terutama yang bahan bakunya masih impor,ucapnya. Sentimen lain yang mengangkat IHSG adalah penguatan harga komoditas yang terjadi sejak pekan lalu. Penguatan harga komoditas itu mengangkat harga-harga saham yang berada di sektor tersebut. Selam ini,saham-saham komoditas juga memberi pengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG. Pendorong lainnya tentu sentimen positif dari regional dan global terkait positifnya data-data ekonomi di AS,imbuh Edwin. Analis pasar modal Felix Sindhunata mengatakan,IHSG sukses mencatatkan rekor baru seiring menebalnya kepercayaan investor asing dengan kinerja ekonomi dalam negeri.
Selain itu, angka pengangguran yang dirilis akhir pekan lalu pun mendongkrak harga minyak dan komoditas dan mengangkat konfidensi pelaku pasar. Indeks pun diprediksi terus menguat pada pekan ini. Kemungkinan indeks menuju rekor baru masih sangat terbuka. Apalagi,bursa regional menunjukkan tanda-tanda positif. Di samping itu,dalam jangka pendek The Fed belum akan menaikkan suku bunga acuan. Efeknya, emerging marketmacam Indonesia kebanjiran likuiditas,papar Felix. Menurut Felix,ada dua hal yang dapat menjaga IHSG dalam jalur positif. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, inflasi yang rendah,dan nilai tukar rupiah yang stabil.Kedua, situasi politik yang kondusif yang perlu dipertahankan.
Memang tidak mudah untuk meraih kepercayaan asing. Tetapi, saat ini kita dituntut untuk menjaga kepercayaan yang telah di depan mata itu,pesannya. Meski IHSG diyakini terus menguat dalam jangka pendek,Felix mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati sebab potensi IHSG terkoreksi akibat serangkaian aksi ambil untung (profit taking) sangat terbuka. Sangat wajar jika habis rally panjang biasanya ada profit taking. Kalau dalam jangka panjang, saya berani menyuruh investor untuk masuk karena kondisi sekarang masih murah,lontarnya. Kenaikan IHSG kemarin diiringi oleh maraknya perdagangan. Berdasarkan data Buras Efek Indonesia (BEI), frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 119.980 kali dengan volume 5,309 miliar lembar saham senilai Rp5,308 triliun.
Investor asing membukukan transaksi beli Rp1,919 triliun dengan transaksi jual Rp1,256 triliun. Dengan demikian, asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) Rp622,756 miliar. Sebanyak 121 saham naik,91 saham turun, dan 81 saham stagnan. Penguatan terjadi di semua sektor, dipicu oleh saham-saham unggulan seperti PT Astra International Tbk (ASII). (juni triyanto)
Source:
IHSG Cetak Rekor Baru – Koran Sindo
Related Blogs
Related posts:
