IHSG Terkoreksi 71,28 Poin – Fajar

JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal keluar dari zona merah. Pada perdagangan akhir pekan, Jumat, 7 Mei, IHSG turun 71,28 poin atau 2,54 persen ke level 2.739,33 akibat aksi profit taking (ambil untung) para pelaku pasar.

“Tak adanya perlawanan di sesi terakhir dari pihak pembeli membuat penurunan IHSG yang cukup signifikan. Kemungkinan itu karena banyak yang melakukan transaksi margin,” kata pengamat pasar saham Universitas Airlangga Leo Herlambang kemarin.

Regulator seharusnya mulai mencermati transaksi margin dan short selling agar IHSG tak jatuh terlalu dalam. Indeks bursa lokal sudah jatuh sejak pembukaan, dan akhir sesi pertama terkoreksi 48,88 poin atau 1,74 persen ke level 2.761,73.

Saham Grup Astra kembali mengkontribusi pelemahan IHSG. Hal tersebut karena sebelumnya saham tersebut naik tinggi dengan price earning (PER) ratio sekitar 20 kali. Saham yang mengontribusi pelemahan IHSG di antaranya Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.700 ke Rp 34.300, Astra International (ASII) turun Rp 1.700 ke Rp 40.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 750 ke Rp 17.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 20.200, United Tractors (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 16.950.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 5,67 triliun dan volume tercatat 8,70 juta lot, dengan frekuensi 93.160 kali. Sebanyak 33 saham menguat, 206 melemah, 45 ditutup stagnan, serta sebanyak 216 sedang tidak terjadi transaksi.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 2,181 triliun, sedangkan aksi beli asing sebesar Rp 1,507 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 674,801 miliar. Investor asing pun terus melakukan penarikan dana tunai yang menjadi salah satu pemicu aksi jual di lantai bursa karena khawatir pada situasi perekonomian global.

Bursa Asia saat IHSG ditutup hari ini juga sebagian besar bergerak negatif. Indeks Hang Seng terkoreksi 213,12 poin atau 1,06 persen menjadi 19.920,29, Nikkei 225 turun 331,10 poin (3,10 persen) ke level 10.364,59, dan Straits Times melemah 22,44 poin atau 0,79 persen di posisi 2.817,21.

“Semoga ada sentiment positif dari pembenahan terhadap kesalahan pencatatan di Wall Street. Jika bursa global ada perbaikan kemungkinan akan berpengaruh pada bursa saham kita,” jelasnya.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.293 per USD, kembali melemah pada perdagangan Kamis, 6 Mei, mata uang lokal di akhir transaksi di level 9.205 per USD. “Pelemahan rupiah selain karena aksi profit taking juga ada sedikit dana keluar dan pelemahan IHSG yang menjadi sentimen negatif,” jelasnya. (jpnn)

Source:
IHSG Terkoreksi 71,28 Poin – Fajar

Related Blogs

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Profit Taking Berlanjut, IHSG Terkoreksi 36 Poin – Liputan6.com
  2. Dilanda Aksi Jual, IHSG Sesi I Terkoreksi 81 Poin – Liputan6.com
  3. TRANSAKSI SAHAM IHSG Jauhi Level 2.900 Poin – Suara Karya
  4. 217 Saham Terkoreksi, IHSG Ambruk 78 Poin – Detikcom
  5. Terkoreksi, IHSG Sesi I Ditutup Turun 13,57 Poin – Inilah.com

About