Investor Asing Panik – Rakyat Merdeka

Bursa Amerika Jatuh, Rupiah Sentuh Rp 9.400 Per Dolar

Jakarta, RMexpose.Statemen Menko Perekonomian Hatta Rajasa bahwa pelemahan pasar bukan karena mundurnya Menkeu Sri Mulyani, tidak digubris oleh investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 71 poin. Bahkan, rupiah sempat menyentuh Rp 9.400 per dolar AS.

Meski demikian, pihak Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencoba meredam aksi jual di lantai bursa.

Ketua Bapepam Fuad Rahmany menyatakan, pelemahan tajam IHSG dalam dua hari terakhir hanya bersifat temporer atau sementara karena terseret sentimen negatif krisis di Yunani semata.

Ini bukan jangka panjang, koreksi saja karena ada Greek dan Eropa, ujar Fuad di Kantor Kementerian Keuangan, kemarin.

Menurutnya, pelemahan indeks lumrah terjadi, namun tidak sebesar dampak krisis di tahun 2008. Kita kan baru saja selesai resesi global, resesi besar di sejarah dunia. Proses recovery ada naik-turun kan, jelasnya.

Analis pasar saham Pardomuan Sihombing dari PT Paramitra Alfa Sekuritas yang memperkirakan, penurunan IHSG terus berlanjut. Sebab, aksi ini juga didorong oleh kejatuhan bursa dunia dan regional yang terjadi seperti bursa saham Amerika, Wall Street, yang dilanda kepanikan dengan anjloknya indeks Dow Jones hingga 1.000 poin.

Kepanikan investor asing terhadap indeks domestik juga dipicu oleh pesimisme pemulihan ekonomi di Eropa, khususnya Yunani, cetus Sihombing.

Dia menambahkan, investor masih menunggu bagaimana negara-negara di Eropa dapat membantu pemulihan krisis yang ada di Yunani.

IHSG kemarin merosot 71 poin. Dibuka di level 2808,735 dan ditutup di level 2739,33. Sementara kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antar bank Jakarta cenderung stabil, meski sempat menyentuh Rp 9.400 per dolar AS.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib mengatakan, Bank Indonesia (BI) khawatir rupiah akan terus terpuruk apabila tidak segera masuk pasar.

Menurut dia, dengan intervensi BI rupiah yang semula terperosok kembali membaik berada di bawah angka Rp 9.200 per dolar, meski masih berada jauh di atas Rp 9.000 per dolar.

Kami optimis rupiah akan kembali membaik hingga mendekati Rp 9.100 per dolar pada pekan mendatang, katanya.

Sementara kasus pengunduran diri Menkeu Sri Mulyani Indrawati yang pindah ke Bank Dunia, menurut Kostaman, juga masih memberikan nilai negatif terhadap pasar, namun kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Apalagi bunga rupiah di dalam negeri masih cukup tinggi, setelah BI menetapkan bunga acuan (BI Rate) masih harus dipertahankan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik.

Rupiah diperkirakan akan makin terpuruk karena tekanan pasar makin kuat. Karena itu, BI diharapkan akan masuk pasar melakukan intervensi dengan melepas cadangan devisa. DIN/DWI

Source:
Investor Asing Panik – Rakyat Merdeka

Related Blogs

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Investor tidak Panik Terhadap Melemahnya Nilai Tukar Rupiah – Pikiran Rakyat
  2. Jelang Tutup Tahun, IHSG Keteteran Pecahkan Rekor – Rakyat Merdeka
  3. Investor panik, bursa saham Wall Street tumbang – Kontan
  4. Saham MPPA Naik Tipis 1,71% – Rakyat Merdeka
  5. Investor Panik, Ambil Untung Bursa Berlanjut – Inilah.com

About