VIVAnews – Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia bergerak turun pada penutupan transaksi Rabu, 31 Maret 2010.
Penurunan ini terjadi saat banyak investor memilih sikap hati-hati menunggu laporan bulanan sektor tenaga kerja di AS, yang diumumkan Jumat depan bersamaan dengan libur keagamaan umat Kristen. Kenaikan indeks hanya terjadi di bursa Jepang.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 34,85 poin (0,2 persen) menjadi 21.339,94. Begitu pula dengan indeks Kospi di Korea Selatan, melemah kurang dari 0,5 persen menjadi 1.692,47.
Penurunan indeks harga saham juga terjadi di bursa Australia, china, India, Taiwan, dan Singapura. Sebaliknya, indeks Nikkei 225 di Jepang masih terus naik, namun hanya kurang dari 0,1 persen menjadi 11.103,69.
Menurut pengamat, para investor di Asia tampaknya belum antusias menyambut meningkatnya indeks kepercayaan konsumen di Amerika Serikat (AS), yang ditanggapi secara positif di Wall Street dini hari tadi.
Sentimen investor di lantai bursa Wall Street kembali terangkat setelah mendapat laporan dari lembaga survei berpengaruh, The Conference Board, bahwa indeks kepercayaan konsumen Maret ini naik dari 46,4 poin di bulan lalu menjadi 52,2 poin.
Angka indeks ini melebihi perkiraan para ekonom yang disurvei Thomson Reuters, yaitu 50 poin. Namun, indeks di bulan Maret ini masih jauh di bawah level psikologis 90 – yaitu angka yang menunjukkan bahwa ekonomi sudah benar-benar kuat.
Namun, menurut pengamat, hasil survei itu belum menunjukkan bahwa para investor di AS kembali antusias memborong produk-produk utama yang menjadi andalan para eksportir Asia, seperti mobil dan barang elektronik.
“Tingkat kepercayaan konsumen mulai terangkat dari krisis, namun masih tetap lemah dan belum terlihat menguatnya ketertarikan konsumen untuk memborong barang-barang utama sehingga kurang memberi pengaruh bagi pertumbuhan ekonomi [GDP] dalam waktu dekat,” kata Dariusz Kowalczyk, pengamat dari SJS Markets di Hong Kong.
Para investor pun masih awas-awas atas tingkat pengangguran dan lapangan kerja di AS, yang akan diumumkan Jumat mendatang. Selain peningkatan belanja konsumen, pengurangan tingkat pengangguran selama ini diyakini sebagai elemen vital bagi pemulihan ekonomi AS – yang merupakan pasar utama bagi para eksportir Asia. (Associated Press)
• VIVAnews
Source:
Kecuali di Jepang, Indeks Saham Asia Turun – Vivanews
Related Blogs
- Media Group Italia – DIV. III Women's Field Hockey Championships
- Folding Laptop Concept by Yang Yongchang Sounds Cool! | Trends Updates
- Investor: Measure, predict, preempt and manage | mobihealthnews
- Web creative & UI designer Job Vacancy @ VIVANEWS INDONESIA, PT …
- iWEB 2.0 Laptop Concept by Yang Yongchang » Yanko Design
- Fight Div-itis and Class-itis With the 960 Grid System …
- Rafael Cortez faz proposta indecente para Gisele Bundchen | video …
- How Will the Fed's MBS Exit Affect Mortgage Rates? | Savvy Investor
- NewNet News – Renewable energy project investor Trading Emissions …
- 4 Ways to Align Interests Between Startup Founders and Investors
- Psd To Html Div Based 3
- HispanicTips » » Alto costo para la legalización – Sen. Lindsey …
- Mekanisme Perdagangan Saham | Harga Saham 2010 | Banon Blog
- Harga Saham « Daftar Harga Saham 2010
- Mengenal Saham « Daftar Harga Saham 2010
- Job Vacancies | VIVANEWS | Exp: April 1, 2010 « New Info: Lowongan …
- ArQule's Ten-Bagger Chase, Actually a 3-Bagger (ARQL) : BioHealth …
- InI » InI Update
- InI » URUK Net 29 March, 2010 Part2: Torture Diaries, Drawings and …
- WatchPinas Na! » Lumang Piso Para sa Puso 03-30-2010
Related posts:
