Kepanikan Seret Dow ke Tingkat Terendah – Harian Analisa

New York, (Analisa)

“Panic selling” (penjualan panik)  melanda pasar AS pada Kamis, atau Jumat (7/5) WIB karena Dow Jones merosot pada rekor hampir 1.000 poin sebelum mengembalikan lebih dari setengah kerugian tersebut.

Tidak jelas apakah penyebab aksi jual tiba-tiba tersebut, Dow mengalami penurunan terbesar perdagangan harian (intraday) terbesar selama ini, merupakan akibat dari kekhawatiran atas krisis utang Yunani, perdagangan yang keliru atau kesalahan teknis.

Penurunan dimulai sesaat sebelum pukul 02:25 waktu setempat, ketika dalam hitungan 20 menit terlihat harga saham 30 perusahaan terkemuka Amerika merosot 998,5 poin, hampir sembilan persen, menghapus miliaran nilai pasar.

Penurunan bahkan melebihi kejatuhan yang dilihat ketika pasar dibuka kembali setelah 11 September 2001 dan setelah runtuhnya Lehman Brothers.  Dow kemudian pulih, menutup hampir empat persen penurunanya, tapi  pedagang ketakutan bertanya-tanya apakah kesalahan teknis yang menyebabkan indeks blue-chip mengikis tiga bulan keuntungan yang mantap.

Rumor beragam bahwa seorang pedagang Citigroup telah salah menjual 16 miliar daripada 16 juta saham dalam saham Procter and Gamble, memaksa Dow jatuh.
Saham raksasa barang konsumen itu kehilangan lebih dari tujuh dolar, pola jatuh  serupa dengan Dow, di perdagangan pada terendah 55 dolar per saham.

“Pada saat ini, kami tidak punya bukti bahwa Citi terlibat dalam salah transaksi,” kata juru bicara perusahaan Stephen Cohen.  Seorang jurubicara New York Stock Exchange mengatakan penyebabnya masih belum diketahui.  “Kami tidak tahu, sekarang kita sedang mencari penyebabnya,” kata Christian Braakman, “itu semua spekulasi.”

Tapi setelah tiga hari di mana saham telah mengalami kerugian tiga digit perdagangan harian karena kekhawatiran tentang krisis utang Yunani, itu jelas bahwa aksi jual benar-benar nyata untuk beberapa investor.  Pada penutupan, Dow telah pulih ke 10.520,32, turun 347,80 poin (3,20 persen), sedangkan Nasdaq turun 82,65 poin (3,44 persen) pada 2.319,64.  Indeks Standard & Poors 500 turun 37,72 poin (3,24 persen) menjadi 1.128,15.

Kesan dari kerusuhan karena parlemen Yunani meloloskan tindakan penghematan yang tidak populer sedikit membantu menenangkan kepanikan pasar.  Parlemen menyetujuipemotongan pengeluaran  miliaran euro digunakan dalam penukaran untuk dana talangan (bailout) Uni Eropa-IMF 110 miliar euro (140 miliar dolar) hanya satu hari setelah tiga pekerja bank tewas dalam serangan bom api selama protes besar.

Pada Kamis, polisi ditugaskan untuk membubarkan ratusan pemuda pada bagian akhir dari sebuah pemerotes baru di luar parlemen yang menarik lebih dari 10.000 orang.
Di Lisbon, pemimpin Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet berjuang untuk meyakinkan pasar keuangan  bahwa krisis utang Yunani tidak akan berakhir di default (gagal), tapi tidak bisa mencegah euro jatuh ke titik terendah dalam 14 bulan terhadap dolar.  Permohonan untuk kesabaran dari Gedung Putih juga memiliki dampak sedikit.

Gedung Putih mengatakan bahwa reformasi di Yunani adalah “penting” tapi akan mengambil waktu dan bahwa Departemen Keuangan AS memantau situasi itu.
“Presiden telah mendengar secara teratur dari tim ekonomi,” kata Jurubicara Gedung Robert Gibbs, menambahkan bahwa pejabat ekonomi terkemuka Presiden Barack Obama berkomunikasi erat dengan rekan-rekannya di Eropa. (Ant/AFP)

Source:
Kepanikan Seret Dow ke Tingkat Terendah – Harian Analisa

Related Blogs

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Related posts:

  1. Peringkat Utang Portugal Seret Turun Dow Jones – Tempo Interaktif
  2. Dow Pertahankan Momentum Kenaikan Delapan Pekan – Harian Analisa
  3. Wall Street Menguat karena Laba Bantu Hilangkan Keraguan Pasar – Harian Analisa
  4. Skandal Goldman Sachs Seret Valuta Asia dan Aset Berisiko Lainnya – Harian Analisa
  5. Utang Yunani Seret Bursa Asia Rontok – Inilah.com

About