JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini diproyeksikan mengalami koreksi mengingat pasar telah menunjukkan pola bearish divergence.
Analis PT eTrading Securities Ishfan Helmy Arsad mengatakan analisis teknikal menunjukkan kenaikan IHSG kemarin diikuti dengan pola bearish convergence.
“Pola ini dapat dilihat ketika posisi indeks naik tapi sejumlah indikator justru menunjukkan penurunan. Pola ini sudah terlihat sejak pekan lalu. Kemungkinan indeks akan terkoreksi,” ujarnya, kemarin.
Ishfan menambahkan performa indeks pada hari ini juga akan ditentukan oleh hasil penutupan indeks Dow Jones, Amerika Serikat. Berbarengan dengan musim penerbitan laporan keuangan, pasar akan mencermati realisasi kinerja para emiten.
“Pasar AS sangat sensitif terhadap rumor jangka pendek dan konsensus yang sudah diproyeksikan sebelumnya. Perolehan emiten-emiten yang tidak melampaui konsensus akan sangat berpengaruh terhadap psikologi pasar. Memerahnya indeks Dow Jones akan mengerek turun IHSG,” katanya.
Saham-saham lapis kedua, menurutnya, mampu menopang koreksi indeks mengingat jika pasar terkoreksi maka para investor, khususnya investor asing akan mengerem transaksi pada saham-saham papan atas dan beralih ke saham lapis kedua.
IHSG kemarin ditutup naik untuk yang pertama kalinya sejak tiga hari terakhir sebesar 36,32 poin atau 1,28% ke posisi 2.881,33. Dari 399 saham yang diperdagangkan di bursa, sebanyak 115 saham harganya menguat, 86 saham harganya menurun, dan 196 saham stagnan.
Secara individual, saham Bank Central Asia menjadi penggerak indeks dengan memberikan kontribusi 7,81 poin. Saham lain yang juga memberikan kontribusi kenaikan indeks a.l. Bank Rakyat Indonesia 7,03 poin, Bank Mandiri 5,31 poin, dan Astra International 5,18.
Harga saham Bank Central Asia naik Rp300 atau 5,41% ke Rp5.850, saham Bank Rakyat Indonesia naik 6,13% ke level Rp8.650, Bank Mandiri naik Rp250 atau 4,95% ke level Rp5.300, dan saham Astra International naik Rp1.100 atau 2,53% ke level Rp44.550.
Kenaikan indeks terhambat oleh penurunan saham Telekomunikasi Indonesia sebesar 2,58 poin, Bumi Resources 1,86 poin, Jasa Marga 0,74 poin, dan Bank International Indonesia sebesar 0,71 poin.
Sektor keuangan jadi penggerak indeks dengan memberi kontribusi 74,01%, diikuti aneka industri 16,03%, perdagangan 7,03%, dan barang konsumsi 3,67%. Sektor yang menggerus indeks yaitu konstruksi, properti, dan real estate serta infrastruktur, utilitas, dan transportasi
Sebagian besar bursa Asia menunjukkan peningkatan. Kenaikan didorong paket penyelamatan dari Uni Eropa sebesar US$61 miliar untuk Yunani yang menghapus kekhawatiran atas kebijakan pengetatan pinjaman di China.(htr)
Source:
Prediksi saham: Indeks bakal terkoreksi – Bisnis Indonesia
Related Blogs
- Danish Energy Production / Consumption
- No immediate Danish exit plan for Afghanistan | IceNews – Daily News
- Peculiar Danish predator strikes again | IceNews – Daily News
- Piety, Inc. » Danish priest investigated following 2nd allegation
- Danish Design in Milan – Ditte Maigaard
- Entrepreneurs talk investments with Danish team « Bangladesh …
Related posts:
