Praktisi pasar uang dari Bank Mutiara, Frans Darwin Sinurat, menjelaskan, rupiah sempat menguat hingga ke 9.065 per USD seiring terdepresiasinya mata uang US dolar terhadap mata uang utama dunia. “Namun, mata uang lokal kembali berbalik melemah karena banyaknya permintaan dolar Amerika dari korporasi,” tuturnya.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 3 poin setelah terpuruk hampir sepanjang masa transaksi kemarin (30/3). IHSG ditutup naik tipis 3,497 poin (0,12 persen) ke level 2.798,268.
Pengamat pasar modal Finance Corporindo Edwin Sinaga mengatakan, kenaikan saham menjelang penutupan transaksi akibat pembelian selektif terutama saham di sektor perkebunan.”Ini karena ada sentimen positif dari tren kenaikan harga komoditas di pasar internasional. (luq/kim)
Source:
Rupiah Tertahan Tembus 9.000 – Jawa Pos
Related Blogs
Related posts:
- Rupiah Semringah, Ada Potensi Tembus 9.000 per Dolar – Tempo Interaktif
- Siap-siap, Rupiah Bisa Tembus Rp10.000 per USD – Okezone
- Rupiah Berpeluang Dekati Rp9.000 – Harian Analisa
- Apresiasi Mata Uang Asia, Rupiah Menguat – Tempo Interaktif
- Rupiah dan Indeks Saham Berpotensi Menguat – Tempo Interaktif
