VIVAnews – Penguatan indeks harga saham di Wall Street dini hari tadi rupanya diikuti oleh sejumlah bursa utama di Asia. Kenaikan indeks terjadi berkat antusiasme para investor Asia atas perkembangan ekonomi di AS dan upaya penyelesaian krisis utang di sejumlah negara Eropa.
Dalam transaksi Jumat sore, indeks Nikkei 225 di Jepang naik 132,61 poin (1,2 persen) menjadi 11.057,40 dan indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,1 persen menjadi 21.013,28. Begitu pula dengan indeks Kospi di Korea Selatan, naik 0,8 persen menjadi 1.741,56.
Penguatan indeks harga saham juga melanda bursa-bursa di Australia, India, dan Singapura. Sebaliknya, indeks di bursa China merosot 1 persen.
Para investor saham antusias mendengar laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS bahwa jumlah pemohon baru tunjangan pengangguran per pekan lalu turun 11.000 orang menjadi 448.000 aplikan. Ini merupakan penurunan dalam dua pekan berturut-turut dan menjadi indikator penting untuk memperkirakan apakah tingkat pengangguran di AS kini bisa ditekan.
Investor saham di Asia selalu antusias dengan hasil positif perkembangan terbaru ekonomi AS, yang merupakan ekonomi terbesar di dunia sekaligus tujuan utama ekspor dari kawasan ini.
Di saat yang sama para investor juga mengurangi kekhawatiran atas krisis utang di sejumlah negara Eropa. Pasalnya, para pemimpin di benua biru itu Kamis lalu sepakat untuk bekerja sama secara cepat untuk menyetujui penyaluran pinjaman darurat kepada Yunani, yang tinggal beberapa pekan lagi harus membayar utang jatuh tempo.
Selain Yunani, Portugal dan Spanyol kini mulai bermasalah dengan banyak utang masing-masing dan ini sesuai dengan kekhawatiran para investor selama berbulan-bulan bahwa krisis utang di Yunani bisa menular bila tidak segera ditanggulangi.
Long Xiaobo dari Cypress House Asset Management di Hong Kong menilai bahwa masalah utang di Eropa menjadi risiko terbesar saat ini. Namun, dia yakin bahwa pertumbuhan ekonomi yang pesat di Asia mampu menjadi daya tarik para investor untuk meramaikan perdagangan saham di kawasan ini dalam beberapa bulan mendatang.
“Menurut saya, pasar di Asia kemungkinan mampu meningkatkan kinerja selama beberapa waktu. Proyeksi ekonomi di kawasan ini masih terdengar bagus dan banyak likuiditas,” kata Long.
Dalam perdagangan valuta, kurs dolar atas yen turun dari 94,07 yen menjadi 94,01 yen. Nilai tukar dolar atas euro pun melemah dari US$1,3241 menjadi US$1,3266 per euro. (Associated Press) (hs)
• VIVAnews
Source:
Saham Asia Ikuti Kenaikan di Wall Street – Vivanews
Related Blogs
- prAna blog » Blog Archive » Yoga para Niños OMMMMMMMMM!!!!!!!!!!!!!!!
- MissInfo.tv » New Mixtape: Pac Div “Don't Mention It”
- Einstein Music Journal
- » Become millionaire with ASB (Amanah Saham Bumiputera)POKJAT.COM
- Selamat datang di Web site Perpustakaan Fakultas Ekonomi …
- DASAR EKONOMI BARU AND MODEL EKONOMI BARU~ WILL IT WORKS? « mthago
- Steps to Getting Your wall wall street street wall street Arizona …
- SCCM R3 beta disponível para download « .:: dotnetwork.com.br ::.
- Pac Div “Don't Mention It” Mixtape | Yin & Yang
- Carrick dan van Persie bersahabat dari kecik. | YoycullendotcoM
- PILATES PARA LA ESPALDA | TugaGym.info
- How do you set links over div layer images? « TagFocus.com
- SURYA Online » Pemerintah Ajukan Utang Baru 3 Miliar Dolar AS
- DBus Tutorial (from Dan Williams) « STEEVdotnet
- Dan Le Sac vs Scroobius Pip 'Sick Tonight' and 'Great Britain …
- TIMESMAN:|:“Utang na loob” | Mindanao Times
- Association of Investor Awareness – Week of 04/29/2010 – AIA …
- Pac Div – Dont Mention It | HipHopLEAD.com: New Hip Hop Music, Hip …
- Brunei HAVE NO FEAR! HAVE YOUR SAY! » Blog Archive » Utang $5 …
- Success For Dendreon (DNDN) : BioHealth Investor
Related posts:
