Skandal Goldman Sachs Seret Valuta Asia dan Aset Berisiko Lainnya – Harian Analisa

Singapura, Senin

Ringgit dan won memimpin aksi jual yang melanda pasar valas Asia. Investor melepas aset berisiko menyusul mencuatnya kasus kecurangan yang dituduhkan pada Goldman Sachs. Pasar saham Asia juga jatuh menyusul anjloknya bursa saham Wall Street dan Eropa akhir pekan lalu.

Ringgit tergerus hampir 0,9% ke posisi 3,218 per dolar AS akibat kekhawatiran terhadap dampak masalah Goldman Sachs yang mendorong investor melakukan profit taking dari kenaikan tajam mata uang Malaysia sejak beberapa waktu lalu.

“Sejumlah investor melakukan aksi ambil untung, tapi kenaikan dolar masih terbatas,” kata trader di Kuala Lumpur. Pelemahan valas dan efek regional ikut menyeret rupiah yang juga terkena imbas negatif dari tuduhan yang dilontarkan Securities and Exchange Commission (SEC) AS kepada salah satu bank investasi papan atas dunia itu.

Pada awal perdagangan, rupiah dibuka 9.005 per dolar AS. Kebutuhan dolar korporat yang tinggi untuk menyelesaikan transaksi dalam dolar membuat rupiah semakin tertekan. Pada pukul 10.00 WIB, rupiah diperdagangkan 9.015.

Namun unit ini diperkirakan masih tetap kuat, mengingat banyaknya dana asing yang tertanam dalam berbagai bentuk surat utang dan aset lokal lainnya. Pada tengah hari, rupiah tercatat 9.030. Selama sesi sore, rupiah diperdagangkan pada kisaran 9.025-9.040. IHSG ditutup anjlok 38,246 poin (1,32%) ke level 2.840,425. Rupiah ditutup 9.036 per dolar AS Senin, turun dari 9.005 penutupan Jumat lalu.

Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:
Dolar Singapura : 1,3799 per dolar AS, turun dari 1,3759
Dolar Taiwan : 31,460, turun dari 31,355
Won Korea Selatan : 1.118,10, turun dari 1.110,30
Baht Thailand : 32,29, turun dari 32,20
Peso Pilipina : 44,60, turun dari 44,46
Rupee India : 44,65, turun dari 44,32
Ringgit Malaysia : 3,2160, turun dari dari 3,2040
Yuan China : 6,8259, turun dari 6,8255

Di Tokio, yen berbunga rendah menguat ke tingkat tertinggi bulan ini akibat meredupnya minat investor pada aset berisiko menyusul tuduhan yang dilemparkan kepada Goldman Sachs.

Dolar sempat jatuh hingga 91,83 yen, terendah sejak Maret. Seorang pedagang mengatakan bahwa importir diperkirakan membeli dolar di bawah 92 dan support bagi greenback diperkirakan pada pergerakan rata-rata 200 hari terakhir pada level 91,37 per yen. Indeks Nikkei turun 193,41 poin (1,74%) dan ditutup pada level 10.908,77. Dolar AS terakhir tercatat 91,99 yen, turun dari 92,15 sebelumnya.

Di London, dolar menguat atas euro dan berbagai mata uang lainnya karena statusnya sebagai safe haven. Investor memilih mata uang aman seperti yen dan dolar serta melepas aset berisiko. Euro ditinggal investor yang khawatir terhadap dampak kasus Goldman Sachs serta ketidakjelasan bantuan Uni Eropa dan IMF kepada Yunani. Premium yang dituntut investor untuk membeli surat utang pemerintah Yunani naik ke rekor tertinggi akibat ketidakpastian soal bantuan yang mencemaskan pasar.

Kurs dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:
Yen Jepang: 91,92, berkurang dari 92,15
Franc Swiss: 1,0679, menguat dari 1.0608
Dolar Kanada: 1,0175, meningkat dari 1.0124
Sterling Inggris: 1,5207, turun dari 1,5358
Euro: 1,3434, melemah dari 1,3496.

HARGA EMAS

Di Comex New York, harga jatuh pada pembukaan Senin. Kontrak Juni diperdagangkan pada level $1.130,00 per ounce, tergerus $6,90 dari sebelumnya. Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) Senin tercatat $1.129,15, melemah dari $1.136,25 sebelumnya. Di London, emas jatuh seiring dengan naiknya dolar, namun kemudian membaik karena adanya pembelian safe haven. Kasus Goldman Sachs membuat euro dan emas tertekan.

Kenaikan dolar mengakibatkan daya tarik emas sebagai aset alternatif tergerus. “Banyak pelaku pasar yang memiliki posisi long melihat keuntungan susut, mereka ingin segera keluar dari pasar,” kata analis. Di sektor fisik, posisi emas di SPDR Trust bertahan pada rekor tertinggi Jumat lalu. Namun kenaikan cepat posisi long spekulatif di New York membuat investor cemas. “Sepanjang risk aversion masih mewarnai pasar, posisi long akan dilepas dalam jumlah besar,” katanya menambahkan.

Pada siang hari, harga emas tercatat $1.123,15 per ounce, turun dari $1.151,50 penutupan sebelumnya. Harga perak tercatat $17,58 per ounce, turun 9 sen dari sebelumnya. Di Asia, harga tidak banyak berubah, menunjukkan resiliensi emas meskipun komoditi lain terus berjatuhan setelah regulator AS menuduh Goldman Sachs, pemain utama komoditi, terlibat penipuan.

Spot di Jepang tercatat $1.135,45 per ounce, turun $1,00 dari penutupan di New York. Salah satu keprihatinan pasar adalah kesengajaan Goldman menutupi keterlibatan John Paulson, manager hedge fund kenamaan dan pemilik ETF emas terbesar, dalam merekayasa produk utang KPR berisiko.

Emas mendapat dukungan dari permintaan investor sebagai hedge terhadap volatilitas mata uang. “Agaknya emas telah berada pada level yang menarik untuk dibeli setelah jatuh hebat akhir pekan lalu akibat sell-off besar-besaran,” katanya menambahkan. Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2010 untuk sesi sore tercatat 3.3,71 yen per gram, turun 74 yen dari sebelumnya Di Hong Kong, harga emas ditutup $1.130,50 per ounce Senin, turun dari $1.154,00 pada penutupan Jumat. (RM/AP/AFP/dtc/My)

Source:
Skandal Goldman Sachs Seret Valuta Asia dan Aset Berisiko Lainnya – Harian Analisa

Related Blogs

    Share and Enjoy:
    • Print
    • Digg
    • Sphinn
    • del.icio.us
    • Facebook
    • Mixx
    • Google Bookmarks
    • Blogplay

    Related posts:

    1. Mata Uang Asia Ditutup Bervariasi, Pasar Tunggu Hasil KTT Uni Eropa – Harian Analisa
    2. Bursa Asia berguguran Akibat Goldman Sachs – Inilah.com
    3. Kasus Goldman Sachs seret saham keuangan AS – Bisnis Indonesia
    4. Wall Street Menguat, Saham Goldman Sachs Merosot – Detikcom
    5. Goldman Sachs Jual Saham, ICBC Anjlok 7,5% – Inilah.com

    About