IHSG Jauhi Level 2.900 Poin
Sabtu, 17 April 2010
JAKARTA (Suara Karya): Indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan Jumat akhir pekan ini (16/4) akhirnya diwarnai aksi ambil untung (profit taking) pasca-overvalued harga saham.
Tercatat, IHSG melemah 21,859 poin ke level 2.878,671. Sedangkan, Indeks LQ-45 juga melemah 5,069 poin ke level 557,405.
Aksi jual saham sebenarnya sudah terlihat pada awal-awal perdagangan. IHSG terkoreksi tipis 2.815 poin ke level 2.897, 715. Penurunan IHSG sejalan dengan pelemahan bursa regional lainnya, meski sebelumnya justru Wall Street menguat tipis.
Dalam perjalannya ternyata saham-saham unggulan menjadi bagian pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungannya (profit taking). Pelaku pasar melepas saham berkapitalisasi besar, seperti, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Akibatnya, IHSG kembali menjauhi level psikologis 2.900 poin.
Dampak psikologis pelaku pasar dengan penurunan harga saham di bursa regional, nampaknya menjadi perhitungannya. Adapun bursa-bursa regional semuanya tertekan.Seperti, Indeks Shanghai melemah 34,664 poin ke level 3.130,302, Indeks Hang Seng melemah 292,56 poin ke level 21.865,26, dan Indeks Nikkei-225 melemah 171,61 poin ke level 11.102,18.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, cenderung stabil karena pelaku pasar mengurangi aksi beli sehingga posisinya masih di atas angka Rp 9.000 per dolar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp 9.003-Rp 9.013 per dolar AS dibanding penutupan Kamis (15/4) Rp 9.005-Rp 9.015 atau naik tipis dua poin.
Direktur Retail Banking Bank Mega sebagaimana dilansir Antara mengatakan, kenaikan rupiah tertahan karena Bank Indonesia (BI) masuk pasar untuk menahan kenaikan mata uang itu berlanjut.
BI, lanjutnya, tidak menyukai rupiah berada di bawah angka Rp 9.000 per dolar AS.
Rupiah sebelumnya sempat berada di bawah angka Rp9.000 menjadi Rp 8.995 per dolar AS, namun di posisi itu tidak bertahan lama karena BI terus melepas cadangan devisa.
“Rupiah yang ideal bila berada di kisaran Rp 9.200 sampai Rp 9.500 per dolar AS, ” katanya.
Penguatan rupiah yang terus terjadi, menurut dia, karena meningkatnya dana asing yang masuk ke pasar domestik setelah adanya huruhara di Thailand. (Agus)
Source:
TRANSAKSI SAHAM IHSG Jauhi Level 2.900 Poin – Suara Karya
Related Blogs
- 2.8 million Danish sick days attributed to smoking | IceNews …
- Danish Queen's 70th Birthday | HDLNR
- VA Danish World Awards Other (2009) | Full And Free Download …
- The Danish Opening Reception – Marie Erstad
Related posts:
