Jumat, 07/05/2010 06:54 WIB
Wall Street Dilanda Kepanikan, Dow Jones Jatuh Hampir 1000 Poin
Nurul Qomariyah – detikFinance
New York -
Kepanikan melanda bursa Wall Street menyusul jatuhnya indeks saham hingga 9% dalam 2 jam terakhir perdagangan, sebelum akhirnya membaik. Kesalahan teknis diduga menjadi pemicu jatuhnya bursa Wall Street, termasuk kekhawatiran masalah krisis utang di Eropa.
Indeks Dow Jones mengalami kejatuhan terburuknya dengan kemerosotan terbesar sepanjang sejarah mencapai 998,5 poin. Namun kejatuhan indeks Dow Jones itu diduga karena terkait kesalahan sistem yang menyebabkan saham-saham tiba-tiba terjadi ke angka nol.
Situasi kekisruhan berlangsung cukup lama usai penutupan perdagangan setelah Nasdaq dan bursa lainnya mengatakan mereka akan membatalkan sejumlah perdagangan berganda yang salah. Sejumlah bursa juga akan mempelajari sejumlah order beli dan jualnya.
“Kita belum tahu apa berapa harga saham hari ini dan itu adalah masalah yang serius,” ujar Joe Saluzzi, analis dari Themis Trading seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/5/2010).
Indeks mengalami pemulihan dari kejatuhan tersebut sebelum akhirnya ditutup merosot 3%, yang merupakan kejatuhan terburuk sejak April 2009.
Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 347,80 poin (3,20%) ke level 10.520,32. Indeks Standard & Poor’s 500 juga merosot 37,75 poin (3,24%) ke level 1.128,15 dan Nasdaq anjlok 82,65 poin (3,44%) ke level 2.319,64.
Kekisruhan terjadi pada sekitar 14.47 waktu setempat ketika aksi jual memunjak, dengan indeks di seluruh sektor anjlok bahkan sebagian mendekati nol. Saham-saham itu termasuk Boston Beer, Radian Group, Exelon Corp dan Centerpoint. Indeks volatilitas CBOE ditutup lebih dari 30% atau tertinggi sejak Mei 2009.
Aksi jual hebat terutama terjadi pada 10 sektor Indeks S&P 500 antara 2% hingga 4%. Indeks Sektor Finansial ambles hingga 4,1%. Saham-saham unggulan mengalami tekanan jual hebat termasuk Bank of America yang anjlok hingga 7,1%.
Nasdaq dan ARCA Trading NYSE menyatakan mereka akan membatalkan perdagangan yang dieksekusi antara pukul 14.40 hingga 15.00 waktu setempat, atau waktu ketika terjadi kejatuhan harga saham hingga 60 persen.
Sebuah rumor mengatakan, kejatuhan indeks Dow Jones diduga karena ada seorang pialang Citigroup yang salah memasukkan order saham Procter and Gamble dari yang seharusnya 16 juta ditulisnya 16 miliar.
“Pada titik ini, kita belum memiliki bukti bahwa Citi terlibat dalam kesalahan transaksi,” ujar juru bicara perusahaan, Stephen Cohen seperti dikutip dari AFP.
Seorang juru bicara New York Stock Exchange mengatakan tidak ada masalah teknis di bursa.
“Kita tidak ada masalah teknis,” ujar Eric Ryan.
Perdagangan tercatat sangat besar dengan transaksi di seluruh New York Stock Exchange mencapai 19,13 miliar, atau hampir 2 kali lipat dari tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Related Blogs
- Implement yahoo weather on your site along with google map
- QA Hates You » Blog Archive » Oh, That Checkbox
- Sweet Script I Made | Every Things Here
- Iran Document: Mehdi Karroubi “The Movement Has Spread Everywhere …
- Adding an “email to members” checkbox to the BuddyPress group …
- Naruto Manga 492 “Greeting”
- How to display Checkbox Hidden Features in Windows Vista | Ziplak.com
- Document Management System Takes You Closer To A Paperless …
- Purcell (arr. Britten): Chacony for strings in G minor
- Pentaho, Backed by Channel, Delivers Record 1Q Results | The VAR Guy
- Sophos: New Owner, Same Channel Partner Focus | The VAR Guy
- McAfee Launches New Global Channel Program | The VAR Guy
- Bocada Launches Partner Program | The VAR Guy
- Cisco Dominates Distribution Chatter | The VAR Guy
- Cisco Pulse vs. Novell Pulse: What's In a Name? | The VAR Guy
- Avnet Acquires Tallard Technologies | The VAR Guy
- Electronic Document Recording Solutions « SoftwareShop.net
- cool javascript (hacking codes) – JavaScript Tutorials – Script …
- Spirit failed to jailbreak (error code: c0000005)
- BetterInnerHTML v1.2 update – the best innerHTML alternative …
Related posts:
