VIVAnews – Indeks-indeks harga saham di bursa Wall Street bergerak cenderung stagnan dalam perdagangan di awal pekan. Situasi itu terjadi setelah laporan terbaru mengenai hasil positif pendapatan korporat di triwulan pertama 2010 ternyata diimbangi oleh kekhawatiran para investor mengenai rencana pengetatan regulasi keuangan Amerika Serikat (AS).
Di akhir perdagangan pada Senin sore waktu New York, indeks harga saham industri Dow Jones hanya naik 0,75 poin (kurang dari 0,1 persen) menjadi 11.205,03. Sebaliknya, indeks Standard & Poor’s 500 melemah 5,23 poin (0,4 persen) menjadi 1.212,05. Begitu pula dengan indeks komposit Nasdaq, turun 7,20 poin (0,3 persen) menjadi 2.522,95.
Awalnya para investor antusias dengan munculnya kembali laporan positif di sektor korporat. Caterpillar Inc., produsen alat-alat berat, mencetak pendapatan yang lebih besar dari proyeksi para pengamat selama tiga bulan pertama tahun ini. Itulah sebabnya, dalam laporan proyeksi, Caterpillar optimistis akan situasi ekonomi yang dinilainya makin membaik dan mendukung naiknya order alat-alat berat.
Investor juga mendapat laporan positif dari produsen perabotan Whirlpool Corp., yang mencetak laba berkat naiknya penjualan di AS dan negara-negara lain. Ini bisa menjadi tanda membaiknya tingkat belanja konsumen.
Kabar bahwa perusahaan penyewaan mobil Hertz Global Holdings Inc. untuk membeli rivalnya, Dollar Thrifty Automotive Inc. juga sempat mengangkat sentimen investor.
Namun naiknya harga saham perusahaan industri itu tidak diikuti oleh saham perusahaan-perusahaan keuangan dan perbankan. Pasalnya, para investor masih menebak-nebak seperti apa reformasi peraturan keuangan yang diusulkan pemerintah.
Rancangan peraturan baru kini tengah dibahas di tingkat Senat. Namun, tidak sedikit investor yang keburu khawatir bahwa reformasi regulasi itu bisa mengguncang kinerja perusahaan-perusahaan keuangan.
Apalagi muncul kabar bahwa kubu Demokrat di tingkat Senat sudah menyepakati peraturan yang memperketat pengawasan atas bisnis derivatif. Di satu sisi, transaksi sekuritas yang rumit ini dianggap turut berperan dalam menciptakan krisis keuangan 2008, namun juga berjasa mendongkrak laba yang besar bagi perbankan.
Menurut pengamat, dalam beberapa bulan ke depan Wall Street harus mengantisipasi banyaknya guncangan dan kerentanan dalam bisnis keuangan, itu karena para investor tidak tahu semua rencana pemerintah yang tengah disusun. (Associated Press) (umi)
• VIVAnews
Source:
Indeks Saham di Wall Street Cenderung Lesu – Vivanews
Related Blogs
- Vivacity :: Jump Into Life! ™ » Blog Archive » VivaNews – April 2010
- MissInfo.tv » New Mixtape: Pac Div “Don't Mention It”
- Intellectual Property Watch » Blog Archive » ITU In A Converging …
- Intellectual Property Watch » Blog Archive » El Ecuador concede …
- Universal microUSB phone charger passes through ITU
- Incense Holder W/Yin Yang | Bestsellers in Furniture – Best …
- Most Indonesian Internet Users Choose Firefox – VIVAnews.com
- Lot.my di dalam akhbar (lagi!) « Suhaimi Ramly
- Lot.my di dalam akhbar « Suhaimi Ramly
- Lot.my di dalam akhbar (lagi satu!) « Suhaimi Ramly
- NASDAQ:GOOG – Google To Launch New Investor Relations Blog
- » Become millionaire with ASB (Amanah Saham Bumiputera)POKJAT.COM
- ITU: mHealth pioneers need to collaborate | mobihealthnews
- STRATEGI BISNIS DAN ANALISA KEUANGAN | Informasi Seminar Workshop …
- Entrepreneurs Must Develop Broadband – VIVAnews.com
- Telecommunication in Aceh Normal After Tremor – VIVAnews.com
- Jerry Yang: Creating an Environment for High Growth …
- Pac Div ft. Marz Lovejoy- Shine
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta » Blog Archive » 2012 …
- 2010 Dextro Energy ITU World Championship Series : seoulsite.com
Related posts:
