INILAH.COM, Hong Kong – Bursa saham Asia pada perdagangan Senin (29/3) jelang siang terpantau mixed pada pekan singkat ini mengikuti pelemahan Wall Street Jumat.
Reuters menyebutkan saham di Bursa Jepang Nikkei jatuh rata-rata 0,6 persen pada Senin karena para investor bergerak untuk mengunci keuntungan setelah mencapai benchmark di level tertinggi dalam 18 bulan pada Jumat lalu, tetapi berharap bisa meraup keuntungan pada kuartal berikutnya. “Saham Nikkei naik pada Jumat ke level 11.000 karena Jumat adalah hari terakhir bagi para investor untuk membeli saham dan masih masih mendapatkan dividen untuk tahun bisnis di akhir bulan ini. Itu berarti standar rentan terhadap kejatuhan,” kata para pelaku pasar.
Saham benchmark Nikkei turun 64,40 poin ke level 10.931,97 setelah sebelumnya jatuh ke level 10.901,20. Pelaku pasar mengatakan dampak ex-dividen ini kemungkinan akan memangkas sekitar 70 poin dari Nikkei. Indeks Topix melemah 0,5 persen ke level 961,96.
Saham-saham defensif umumnya rentan pada perdagangan Senin (29/3), terlihta dengan turunya saham-saham perusahaan di sektor farmasi. Eisai, yang jatuh pada Jumat memperpanjang kerugiannya dengan turun 3,7% menjadi ¥ 3.370. Saham Astellas Pharma anjlok 2,8% menjadi ¥ 3.340 dan Takeda turun 2,7% ke ¥ 4.135.
Saham operator Departement Store, Isetan Mitsukoshi Holdings jatuh 1,3% ke ¥ 979 setelah mengalami kerugian bersih sebesar 65 miliar yen dalam tahun fiskal yang berakhir bulan ini, jauh lebih buruk dari perkiraan sebelumnya. Saham eksportir seperti Canon dan Honda Motor tergelincir dipicu penguatan yen terhadap dolar dan euro.
Saham di Bursa Seoul merosot 0,1% pada perdagangan Senin, dipicu tenggelamnya kapal angkatan laut Korea Selatan yang membebani sentimen, tapi pembeli asing terus naik di sektor teknologi dan saham-saham blue-chip yang mendukung pasar.
Analis menurunkan dampak insiden kapal angkatan laut, sehingga saham Seoul ditutup melemah tipis. Korea Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,11% ke level 1.695,88 poin, turun dari level psikologis 1.700.
Saham Victek, pembuat peralatan militer naik 5,04% dan Huneed Teknologi, sebuah perusahaan pembuat peralatan komunikasi nirkabel untuk tujuan militer naik 7,28%.
Saham Australia hanya mengalami perubahan tipis atau mixed pada perdagangan Senin tengah hari, di mana investor masih terlihat berhati-hati.
Saham Rio Tinto turun 0,1% ke A$ 78,27, sementara saingannya BHP Billiton naik 0,4% ke A$ 43,47. Saham beberapa bank melemah setelah gubernur bank sentral mengatakan tingkat suku bunga terlalu rendah. Saham Commonwealth Bank of Australia mengalami kejatuhan terbesar dengan kerugian sebesar 0,9 persen menjadi A$ 56,84.
Saham Hong Kong naik 0,7% pada perdagangan Senin, dengan saham China Construction Bank (CCB) yang naik setelah melaporkan laba kuartal keempat hampir tiga kali lipat berkat pinjaman partai. Saham CCB naik 0,7%. Bank No.2 terbesar di China ini mengatakan akan mengekang pertumbuhan kredit mereka tahun ini setelah pesta pinjaman pada tahun 2009.
Saham Geely Auto naik 2,7% setelah induknya Zhejiang Geely Holding Group sepakat pada hari Minggu untuk membeli Ford’s [M 13,86 0,06 (+0,43%)] unit mobil Volvo sebesar US$1,8 miliar, merupakan negara terbesar pembeli mobil asing di China. Sinopec, Asia’s top refiner minyak, naik 0,6% setelah mengatakan akan membeli aset hulu di Angola senilai lebih dari US$2 miliar.
Benchmark indeks Hang Seng naik 147,24 poin ke level 21.200,35. Index of Cina Enterprise naik 1,3%. Shanghai Composite Index melonjak 2%, tertinggi di pasar Asia Tenggara, sementara Singapura Straits Times Index naik 0,5% dan Malaysia’s KL Composite naik sebesar 0,3%. [cms]
Source:
Investor Hati-hati, Bursa Asia ‘Mixed’ – Inilah.com
Related posts:
